logo
Tayang Setiap : Jumat pk 21.30 WIB
Tayang ulang : Minggu pk 15.30 WIB

About | Contact | Help/FAQ

Follow On :

  • Home
  • The Show
  • Video Streaming
  • Foundation
  • Andy`s Friend
  • Andy`s Corner
  • Store
  • Community
Login | Register
 
Menu The Show
  • The Show
  • Special Edition
Polling

Menteri Perdagangan mengeluarkan kebijakan bagi PNS untuk memiliki skor 600 untuk TOEFL (bahasa Inggris)

 Setuju
 Tidak Setuju
 Tidak tahu
The Show
Jumat, 27 Januari 2012 21:30:00 WIB
PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA
kick andyPerempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Layaknya tulang rusuk, selain halus dan rapuh sesungguhnya perempuan juga keras dan kuat. Perempuan adalah sosk individu yang mampu melindungi dan menjaga siapapun. Sebagaimana sifat tulang yang keras maka perempuan umumnya lebih gigih untuk bertahan hidup dibandingkan laki-laki terutama jika menyangkut kelangsungan hidup anak-anak mereka.

Perempuan-perempuan berikut ini merupakan cerminan dari perempuan-perempuan perkasa yang tidak serta merta menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Demi masa depan buah hati mereka, perempuan-perempuan ini rela menjadi tulang punggung keluarga dan menjalani profesi yang “tidak biasa”. Profesi yang umunya didominasi oleh kaum laki-laki. Mereka rela berada di jalanan dan bekerja sebagai sopir angkot, tukang becak, tukang ojek, sopir taksi dan bahkan sopir truk dengan segala risiko yang mungkin mengancam mereka di jalanan.

Seperti apa yang dilakukan oleh Jannette Husainy, atau akrab disapa Janet yang berprofesi sebagai sopir angkot. Selama 16 tahun, ia menjalani profesi yang tidak biasa bagi kaum perempuan ini. Berawal ketika ayahnya meninggal dunia dan Janet sebagai anak pertama harus mengambil tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga. Kemudian saat ia menikah dan berpisah dari suaminya, Janet tidak pernah meninggalkan profesinya ini. Semua dilakukan demi kelangsungan hidup 7 orang anaknya. Sebagai sopir angkot tak jarang Janet tidak pulang ke rumah jika penghasilan yang didapatnya jauh dari cukup. Janet bahkan pernah tidur di dalam angkotnya. Bagi Janet yang terpenting adalah ia pulang membawa uang bagi anak-anaknya.

Selain Janet, ada juga Kastini dari Tuban, Jawa Timur  yang berprofesi sebagai tukang becak. Perempuan bertubuh kurus ini memilih untuk menjadi tukang becak demi membantu perekonomian keluarganya. Suaminya sendiri berprofesi sebagai sopir truk dan kernet. Namun perkerjaan tersebut tidak tetap karena bergantung kepada ada tidaknya orang yang menggunakan jasanya mengemudikan truk. Kastini merupakan satu-satunya tukang becak perempuan diantara dominasi tukang becak laki-laki lainnya. Namun Kastini tidak pernah merasa malu menjalani profesi ini. Dari hasil menarik becak, Kastini dapat menyekolahkan anak-anaknya. Sebagai seorang ibu dan juga istri, ia tidak  meninggalkan kewajibannya mengurus rumah tangga.

Di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ada perempuan lainnya bernama Dewi yang berprofesi sebagai tukang ojek. Tahun 2005, Dewi memutuskan untuk menjadi tukang ojek karena ia tidak tahu lagi mau bekerja apa pasca perceraiannya dengan suaminya yang selama menikah tidak pernah memberikan nafkah untuk dirinya dan anak-anaknya. Setelah bercerai,  ia sempat frustasi mengingat keempat anaknya yang menjadi tanggungan hidupnya. Namun ia mengaku mendapat ilham dan bangkit dari keterpurukannya. Saat pertama menjadi tukang ojek, wanita berusia 37 tahun ini sempat merasa malu namun akhirnya ia sadar karena yang terpenting adalah ia mendapatkan rezeki yang halal. Dewi pernah mencoba profesi lainnya yaitu berjualan makanan namun usahanya tidak pernah maju dan merugi karena lebih banyak dikonsumsi sendiri. Sekarang ini Dewi tinggal menumpang hidup dengan kedua orang tuanya.

Perempuan yang satu ini, menjalani profesinya sebagai sopir taksi karena keadaan. Demi kelangsungan hidup, Rita Deswati memanfaatkan keahlian yang dimilikinya yaitu menyetir untuk menopang hidup keluarganya setelah ditinggalkan suaminya. Rita sendiri adalah seorang sarjana namun karena setelah lulus langsung menikah, ia tidak pernah menggunakan ijazah yang diperolehnya untuk bekerja. Saat itu, suaminya melarang dirinya untuk bekerja dan menyuruhnya mengurus rumah tangga. Namun Rita tidak mau terpuruk meratapi kepergian suaminya, ia pun bangkit. Sebagai seorang sopir taksi perempuan, Rita mengaku tidak mengalami banyak hambatan. Baginya profesi yang dijalaninya sekarang adalah sumber kehidupan Rita bersama ketiga anaknya.

Di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau seorang perempuan bernama Sularmi juga menjalani profesi yang tidak biasa. Perempuan yang baru beberapa bulan menjanda ini memilih untuk meneruskan profesi suaminya sebagai sopir truk di pelabuhan. Sularmi tidak pernah berpikir sebelumnya akan menjalani kehidupan yang keras ini tanpa suaminya. Namun, takdir berkata lain, ia harus menjalani profesi ganda sebagai ibu rumah tangga dan mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup dirinya dan ketiga anaknya.

Perempuan-perempuan diatas adalah wujud perempuan-perempuan perkasa yang tidak menyerah kepada nasib. Meskipun mereka harus menjalani kerasnya kehidupan namun mereka terus menapak masa depan dengan optimis demi buah hati mereka.

ARTIKEL TERKAIT :
Arsip +
  • INOVASI ANAK NEGERI
  • GURUKU PAHLAWANKU
  • SI WALANG KEKEK
  • Perjalanan Seorang Pengamen
  • 40 HARI DI EROPA
| Share Kick Andy | Kommentar (68) | Dibaca (8176)
Kommentar Anda :

Aturan Posting Kommentar :

Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan yang berlaku dan ditetapkan oleh kickandy.com.

Pasal Sanggahan :

kickandy.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya.

kickandy.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Data dan/atau informasi yang tersedia di kickandy.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya.



Selasa, 07 Februari 2012 21:03:52 WIB
ayu mincu febyana : four_z
ternyata perempuan ga jauh lebih kuat dari pria. tapi masih ada buku for_z nya ga? aku mau dong.. kayaknya bagus bukunya.
Senin, 06 Februari 2012 18:17:13 WIB
pipit : pengorbanan yang hebat
permukaannya aja yang lemah tetapi didalam yach terkandung kekuatan yang terpendam luar biasa tiada bandingnya dilakukan demi org2 yang dicintai dan disayangi, hebat perjuangan mereka tidak akan pernah sia - sia selalu dikenang dikemudian hari, Tuhan memberkati mereka
Rabu, 01 Februari 2012 11:25:58 WIB
tika : alhamdullillah
kok bukan percakapan??
Selasa, 31 Januari 2012 12:22:03 WIB
ot rudarto : perempuan-perempuan perkasa
tayangan yang sangat luar biasa. Ketika Indonesia mengalami kesulitan besar masalah karakter, Andy mampu 'menghibur' kita semua dengan sebuah harapan. Bagaimanapun akan banyak yang akan meniru Ibu-ibu itu.
Selasa, 31 Januari 2012 11:08:31 WIB
nanung Vandrakumara : Salut
Wonder Women, Seiring Perkembangan Jaman,, wanita bukan sekedar Sebagai "konco wingking" (teman Belakang---> Sumur, Dapur kasur, akan Tetapi mereka dituntut bisa bekerja di luar rumah,, memiliki keseteraan dengan kaum laki2 dalam berbagai bidang pekerjaan.Bahkan bekerja disektor yang mayoritas laki2
123456NextLast ›
Partners :
Kick Andy Talk Show : Help/FAQ (update) | Disclaimer Komentar (update)
RSS Feed Kick Andy : The Show | Andy`s Friend | Andy`s Corner
© 2010 Kick Andy Enterprise - All Rights Reserved