


Menteri Perdagangan mengeluarkan kebijakan bagi PNS untuk memiliki skor 600 untuk TOEFL (bahasa Inggris)
Keberadaan Kick Andy Foundation tak dapat dilepaskan dari peran para narasumber yang pernah hadir diundang dalam program Kick Andy. Kisah Buyung dan Amai Nila dalam episode Pantang Menyerah, adalah gambaran perjuangan hidup pasangan anak tunanetra dan ibu yang sudah renta menjadi tonggak awal berdirinya Kick Andy Foundation. Respon pemirsa pada keduanya yang meski bukan orang terpelajar ataupun memiliki keterampilan, namun pantang untuk mengemis dan berharap akan belas kasihan orang, justru mengundang empati. Pemberian donasi pada Buyung dan Amai Nila menjadi awal keberadaan yayasan ini.
Mereka yang pernah tampil ini tidak hanya menginsipirasi, tetapi ternyata juga mampu menggerakan orang untuk berbuat sesuatu dan berbagi untuk sesamanya. Respon pemirsa pun begitu besar ketika Kick Andy menampilkan Sugeng Siswoyudono, loper susu berkaki satu, yang memiliki ketrampilan membuat kaki palsu. Sugeng bahkan membangun bengkel kaki palsu dirumahnya. Banyak orang yang tergerak membantu maupun orang yang memerlukan kaki palsu menghubungi Kick Andy. Semangat dan kemandirian Sugeng adalah inspirasi Kick Andy saat melahirkan program 1000 kaki palsu.
Perjalanan Kick Andy Foundation selanjutnya adalah memfokuskan kegiatan pada pendidikan dan anak. Melalui pendidikan, pintu menuju masa depan yang lebih baik niscaya terbuka lebar. Menciptakan pendidikan yang baik, tentu memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah buku. Kick Andy Foundation secara konsisten memberikan buku bacaan pada sekolah dan taman bacaan di seluruh Indonesia serta membangun sejumlah perpustakaan.
Kembali dikarenakan kehadiran beberapa narasumber yang memiliki keterbatasan penglihatan, tetapi tak menyerah pada apa kata nasib. Keterbatasan ketersediaan buku braile maupun audio books bagi para penyandang tunanetra, membuat mereka seperti sesak nafas. Buku dan bacaan begitu banyak di toko buku maupun perpustakaan, tetapi tak mampu mereka akses. Hal ini memberi pelajaran bagi Kick Andy untuk memahami hak dan kebutuhan mereka untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang sama dengan orang - orang normal lainnya. Kesadaran inilah yang mendorong Kick Andy Foundation melahirkan Program Books For The Blinds. Pada suatu titik tertentu - adanya masalah kesehatan pada anak-anak, terlebih anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sulit mendapatkan akses kesehatan maupun mahalnya biaya pengobatan, ternyata berpengaruh pula pada pendidikannya. Masalah kesehatan anak-anak inilah yang mendorong Kick Andy Foundation untuk membuat Program Health For Children.
Kini Kick Andy Foundation hampir berjalan di tahun keempatnya. Kick Andy me berupaya selalu agar terus tak hanya sebagai program yang menginspirasi, tetapi juga program yang mampu menggerakan hati pemirsa untuk memberi empati pada mereka yang luput dari perhatian kita selama ini. Mereka yang tergerak, tak hanya memberikan bantuan tetapi bahkan mengorbankan waktunya untuk menjadi para relawan Kick Andy. Semua ini hanya langkah kecil semata. Kick Andy Foundation berharap dapat selalu menjadi jembatan bagi langkah besar lainnya, untuk memberi kesempatan yang sama bagi mereka yang membutuhkan agar memperoleh kehidupan yang lebih baik. Berkeinginan menjadi donatur Kick Andy Foundation?