SELAMATKAN ANAK INDONESIA!

Tayang : Minggu, 30 Mei 2021 pkl. 19.05 wib

Lagu Indonesia yang ditujukan untuk anak – anak, saat ini semakin jarang diperdengarkan. Hal itu dikarenakan minimnya rekaman lagu2 anak dengan kualitas baik. Bahkan belakangan lagu anak tenggelam oleh pesatnya perkembangan lagu dewasa. Anak-anak ‘dipaksa’ dewasa sebelum waktunya. Anak-anak harus dikembalikan kepada dunianya yang asli. Sebagai bentuk keprihatinan akan tersebut, Kick Andy mengangkatnya kedalam sebuah tema Selamatkan Anak Indonesia. Dalam episode ini Kick Andy akan menghadirkan musisi cilik dimana selain jago menyanyi, mereka juga pandai memainkan alat musik. Dalam kesempatan ini Kick Andy juga menghadirkan kak Ria Enes penyanyi lagu-lagu anak yang terkenal di era tahun 90-an bersama boneka ikoniknya yang bernama Susan.

Ria Enes adalah seorang ventriloquist, penyanyi, pembawa acara, pendidik, dan sempat menjadi seorang penyiar radio. Pada awal tahun 1990-an, ia berhasil meraih popularitasnya bersama bonekanya, yaitu Susan. Untuk generasi 90-an tentu masih lekat dalam ingatanya dengan karakter Susan yang aktif dan ceria dengan logat medok khas Surabaya, sebuah boneka yang bisa bernyanyi beraneka lagu sambil ditemani oleh kak Ria. Lewat keahlian ventriloquist, Ria Enes menghidupkan boneka Susan dan berduet membawakan lagu-lagu yang ceria. Sering muncul di berbagai layar televisi Indonesia, lagu-lagu yang dibawakannya biasanya tidak jauh dari dunia anak yang serba menyenangkan. Ria Enes mengungkapkan beberapa lagu yang ia ciptakan syarat akan nilai-nilai moral, seperti misalnya lagu berjudul ‘si kodok’ yang dinyanyikannya, yang berkisah tentang persahabatan antara kodok dan beberapa hewan seperti, semut kambing, gajah dan lainnya yang saling membantu saat mencari makan. Lalu ada lagu ‘Susan masuk sekolah’ di mana lagu tersebut berkisah mengenai Susan yang sudah masuk sekolah supaya dapat belajar membaca, menghitung, dan menulis. Di sekolah Susan merasa gembira lantaran banyak teman yang bisa diajak belajar sambil bermain. Tak lupa dalam liriknya terdapat pesan moral, agar jangan malas untuk belajar dan menggapai cita-cita di masa depan. Dan tentu masih banyak lagi lagu yang sudah diciptakan oleh Ria Enes. Di balik kreasi Ria Enes dalam hal tarik suara tidak terlepas dari tangan dingin almarhum papa T Bob. Namun saat ini di era tahun 2000 an, Ria Enes merasa prihatin karena minimnya lagu-lagu anak dan penyanyi anak yang membawakan lagu anak yg sesuai usianya. Selanjutnya, Ria juga mengungkapkan harapan ke depan yang optimis terkait lagu anak-anak di Indonesia yang kembali ada dan berkembang.

Shelomita Amory saat ini berusia 11 tahun. Shelomita mulai belajar vokal klasik sejak berusia 9 tahun, Shelo telah meraih berbagai penghargaan di bidang vokal, diantaranya First Prize World Art Games 2020 Fiestalonia Milano Spanyol untuk vokal usia 10 - 12 tahun, Juara 1 Lomba Menyanyi Lagu Anak dan Daerah KILA Indonesia 2020 oleh Kemendikbud, serta menjadi peserta Super10 Indonesia 2020 RTV. Terdiagnosa mengalami kesulitan belajar (disleksia dan diskalkuli) pada usia 7 tahun tidak menyurutkan semangatnya dalam mendalami ilmu vokal, khususnya vokal klasik, hingga saat ini Shelo telah menulis syair lagunya sendiri.

Musisi berprestasi selanjutnya yaitu Vanessa Jazzy, dara manis asal Probolinggo ini mulai mengenal musik sejak umur 3 tahun. Ia menguasai alat musik piano, biola, harpa, dan juga bernyanyi. Peraih Platinum Award Singapore Performers Festival (2014) dan Juara 3 Singapore Piano Open Competition (2019) ini telah menyelesaikan Associate London College of Music (level di atas Diploma) pada tahun 2019. Selain bermain musik, Vanessa juga suka fotografi, dance, melukis, baking, menulis aransemen lagu, video editing, dan story telling.

 



Terakhir yaitu Naomi Olivia Susanto belajar musik sejak usia 3 tahun melalui alat musik piano, vokal, dan gitar. Berbagai prestasi telah diraih, diantaranya Juara 1 dan “Most Outstanding Performance” pada kategori vokal dalam Youth Music Competition 2019, Gold Medal kategori solo vokal dalam International World Virtual Choir 2020, Silver Award WPTA Singapore 2020, dan sebagainya. Ia memiliki ketertarikan pada drama musikal. Kecintaannya pada musik tidak hanya dengan memainkan alat musik atau bernyanyi, tetapi mulai dituangkan dalam bentuk komposisi musik dan aransemen lagu. Selain bermusik, Olivia juga suka menulis dan menggambar.