RODA DUA MENUJU SURGA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Komunitas motor terkadang dipandang negatif oleh sebagian orang. Meski pandangan tersebut tidak selalu benar. Banyak komunitas motor yang memiliki kegiatan sosial dan punya manfaat besar bagi masyarakat. Nah, Kick Andy kali ini akan bercerita tentang komunitas motor yang memiliki kegiatan sosial.


Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ada Geng Motor Imut. Namanya lucu, namun kegiatan mereka serius dalam membantu para petani, peternak dan warga di Nusa Tenggara Timur . Berdiri pada tahun 2005 dengan anggota 15 orang yang rata-rata lulusan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Kupang. Kini komunitas ini memiliki anggota sekitar 1000 orang dari berbagai kalangan dan disiplin ilmu. Kegiatan mereka memberi penyuluhan pada para petani dan peternak serta mengembangkan teknologi tepat guna yang berguna bagi warga. Kegiatan mereka hampir di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, namun sejak tahun 2014 kegiatan mereka terkonsentrasi di Pulau Semau. Mereka membantu para petani dan peternak di 10 desa. Dengan bantuan Geng Motor Imut para petani dan peternak di Semau dapat meningkatkan hasil produksi hasil pertanian sehingga menambah kesejahteraan mereka. Meski konsentrasi kegiatan mereka di Pulau Semau, namun sejumlah kegiatan terus berjalan di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. Geng motor Imut sering diundang ke sejumlah kampus untuk sharing kegiatan kebaikan yang mereka lalukan. Mereka juga bekerja sama dengan komunitas-komunitas literasi di NTT diantaranya dalam membantu pengadaan buku.


Stefanus Poto Elu (35) yang akrab dipanggil Steve adalah salah satu pendiri komunitas Satu Tenda. Komunitas ini punya kegiatan luar ruang diantaranya mendaki gunung dan touring. Dari kegiatan touring ini, Steve menggagas kegiatan solo touring ke Pulau Sumatra dan Sulawesi untuk mengumpulkan dana bagi pengobatan anak-anak dengan kanker. Selama dalam perjalanan banyak menemui pengalaman menarik dan sering mendapat bantuan dari orang-orang. Dengan perjalanan itu, Steve membuktikan bahwa orang Indonesia suka menolong dan baik hati. Donasi yang terkumpul selama perjalanan disalurkan lewat Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Steve berencana kembali melakukan solo touring ke Indonesia Timur.


Sementara Yandi Hidayat (40 tahun) yang punya nama panggilan Rama adalah penggagas gerakan Perjalanan Cahaya. Kegiatan Perjalanan Cahaya adalah memasang panel surya secara gratis di rumah-rumah penduduk dan sejumlah fasiltas umum diantaranya mushola di kampung-kampung yang terpencil di Jawa Barat. Rama bertempat tinggal di Purwakarta, Jawa Barat bekerja sebagai penjual kerupuk. Ia mengambil kerupuk di pabrik dan menjualnya ke warung-warung. Ia telah berkeluarga dan mempunyai 3 orang anak. Kegiatan Perjalanan Cahaya dimulai pada tahun 2014. Hingga kini telah terpasang sekitar 1000 buah panel surya. Setiap rumah yang dipasangi panel surya dapat menyalakan 3 lampu. Meski lampu yang dipasang kecil, namun cukup membantu warga untuk beraktfitas. Anak-anak juga dapat belajar sampai malam. Selain memasang panel surya, Perjalanan Cahaya juga mendirikan taman bacaan. Sudah ada 5 taman bacaan di 5 kampung. Karena jumlah bukunya terbatas, ada relawan yang tiap 3 bulan menggilir buku ke 5 taman bacaan. Perjalanan Cahanya juga kadang membagikan alat tulis pada anak-anak sekolah. Mereka juga membantu menyalurkan air bersih ke rumah warga atau mushola. Rata-rata tempat kegiatan Perjalanan Cahaya di kampung-kampung terpencil yang sulit dijangkau dan sulit memperoleh air bersih. Warga harus berjalan ke lembah untuk megambil air. Dari mereka kita dapat belajar bahwa kegiatan sosial dapat sejalan dengan hobi. ***