RESTORATIVE JUSTICE

Tayang Minggu, 13 Maret 2022 PKL 13.00 WIB


Beberapa orang melakukan tindak kejahatan seperti mencuri disebabkan desakan ekonomi. Trimo (37) warga Windusari, Magelang, Jawa Tengah terpaksa mengambil kulit kayu manis di area hutan milik perhutani di wilayah Desa Jetis, Selopampang, Temanggung, Jawa Tengah karena sudah tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hampir setiap hari, keluarga Trimo mengkomsumsi tempe gembus (tempe yang terbuat dari ampas pembuatan tahu) untuk lauk pauk. Trimo dan istri juga menggadaikan surat nikah mereka demi memenuhi kebutuhan hidup. Trimo yang sehari-hari berjualan bunga angrek keliling pendapatannya memang tidak menentu. Karena desakan ekonomi, Trimo dan temannya Nur Alif mengambil kulit kayu manis. Saat mengambil kulit kayu manis dipergoki warga setempat, yang kemudian memberi tahu petugas perhutani. Selanjutnya Trimo dan Nur Alif dilaporkan ke polisi dan ditahan. Berita tentang Trimo dan Nur Alif yang mencuri kayu manis karena desakan ekonomi sempat viral.


Berita ini didengar Lembaga Bantuan Hukum, Rumah Pancasila Semarang yang kemudian mendampingi Trimo dan Nur Alif. Yosep Parera, pendiri Rumah Pancasila, melihat kasus ini dapat diselesaikan dengan pendekatan restorative justice. Lewat pendekatan ini, Trimo dan Nur Alif dapat terhindar dari hukuman. Pihak Perhutani memaafkan Trimo dan Nur Alif, malah ganti rugi sebesar Rp 3 juta yang dibayarkan Trimo dan Nur Alif diberikan kembali pada mereka. Menurut Yosep Parera, Rumah Pancasila telah beberapa kali menyelesaikan kasus hukum dengan pendekatan restorative justice.


Di Garut, Jawa Barat, Comara Syaiful (41) terbebas dari jeratan hukum, karena Kejaksaan Negeri Garut melayangkan permohonan restorative justice ke Kejaksaan Agung dan dikabulkan. Comara warga kampung Kubang, Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong terpaksa berurusan dengan hukum karena mengambil handphone seorang warga di kantor desa. Hari itu, Comara hendak mengambil beras yang menjadi jatahnya, karena ia tergolong warga miskin. Saat akan pulang, ia melihat HP yang berada di meja dan diambilnya. Comara mengambil HP tersebut untuk belajar daring anaknya. Comara yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di peternakan ayam tidak mempunyai uang untuk membelikan anaknya handphone. Atas dasar kemanusian, Kejaksaan Negeri Garut menyelesikan kasus Comara dengan pendekatan restorative justice.


Masih di Garut, Munir Alamsyah (35) membakar ruang kelas SMP Negeri 1 Cikelet Kabupaten Garut karena kesal honornya sebagai guru di sekolah tersebut belum dibayar. Ia menjadi guru honorer dari tahun 1996-1998 dan telah menagih honornya selama 24 tahun. Akibat perbuatannya, Munir dilaporkan ke polisi dan ditahaan. Kasus Munir diselesaikan dengan pendekatan restorative justice di Polres Garut. Keadilan restorative (restorative justice) merupakan penyelesian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban dan pihak-pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan. Lalu bagaimana pandangan ahli hukum terhadap restorative justice? Jangan ketinggalan nonton Kick Andy episode Restorative Justice ini ya!***