PEREMPUAN MELAWAN DIAM

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Banyak orang merasa hidupnya hancur ketika menghadapi cobaan hidup yang berat. Tetapi hari ini saya mengundang tiga perempuan yang justru bangkit berbuat baik pada saat mengalami cobaan hidup yang berat. Ada yang kena kanker stadium empat, ada yang matanya nyaris buta, danada yang kakinya harus diamputasi.

Kisah yang pertama adalah Yesa kurang lebih 6 tahun lamanya yesa berjuang melawan kanker yang ia derita, sejak divonis kanker stadium 4 tahun 2014 lalu.setelah melakukan operasi pengangkatan payudara dan kemoterapi, ia tidak terlihat seperti orang yang terkena kanker pada umumnya. Ia masih terlihat aktif dan energik menjalani hidupnya suatu saat ia membuat janji kepada tuhan setelah melihat bahwa masih banyak orang yang memiliki kondisi lebih parah darinya.

Sejak ia berhasil melalui pasca operasinya,ia mulai membantu mereka yang membutuhkan. sudah puluhan kursi roda ia bagikan  dan nebulizer hingga kruk secara cuma-Cuma, dari hasil berjualan kacamata dan perlengkapan berkendaraan yang ia sisihkan, walaupun ia juga masih membutuhkan pengobatan untuk kankernya.kegiatan berjualan ini ia lakukan setiap hari. sejak pagi hingga sore, selama kesehatannya memungkinkannya untuk melakukannya. Walaupun tidak mudah,Yesa tetap berjuang untuk dirinya maupun orang lain. Sudah menjadi kebiasaannya untuk membantu orang yang membutuhkan, bahkan sebelum ia jatuh sakit dan ia pun akan terus berbagi selama ia masih diberi kesempatan.

Kisah berikutnya adalah Funnywati kehidupannya berubah sejak ia merasakan matanya hampir buta. Kala itu, pembuluh darah di mata kanannya bocor, pandangannya treganggu, aktivitasnya kian terbatas. kehidurpan Funny pun berubah drastis. Namun, cobaan yang ia alami telah membuka hatinya. Ia berdoa pada tuhan untuk diberi kesempatan berbagi belas kasih dan cinta kasih kepada sesama. Dan pada tahun 2015, ia pun berbdagang pempek sembari berdonasi, melalui usahanya, pempek Funny.

Funny menyisihkan keuntungan dari tiap pempek yang dia jual, untuk berdonasi. nama pempek funny mulai banyak dikenal, hingga banyak masyarakat yang turut berpartisipasi menjadi relawan dan donatur. Kini, pempek funny telah berjasil menyalurkan milyaran rupiah kepada siapa saja yang membutuhkan. dari donasi tersebut, Funny juga berhasil membeli sebuah ambulan gratis dan menyediakan rumah singgah bagi pasien yang membutuhkan. Funny percaya, bahwa di dunia ini berlaku sebuah karma. di mana ketika kita menanam hal baik, maka akan ada kebaikan pula yang bisa kita tuai di kemudian hari.

Dan kisah terakhir adalah Nicky Clara bagi Nicky keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk bisa membantu sesama. dirinya kerap membantu para penyandang disabilitas untuk mampu hidup mandiri. Nicky sendiri adalah penyandang tuna daksa di saat usianya 1 tahun, ia harus merelakan kaki kirinya untuk diamputasi. Bullyan dan ejekan pernah ia dapat karena kakinya itu. Perempuan yang hobi travelling ini, sempat bekerja di sebuah perusahaan multinasional. Kemudian ia bergabung di thisable enterprise, sebuah wadah usaha milik Angkie Yudistia.

Wanita berusia 30 tahun ini juga menjadi co founder di tenoon id. Sebuah wadah usaha yang mempekerjakan kaum marjinal dan difabel di  Indonesia timur. Dari sinilah nicky tergerak untuk membantu kaum difabel dengan mendirikan berdayabareng.com. Sebuah platform yang berfokus dalam pemberdayaan disabilitas, untuk menciptakan disabilitas yang unggul. Pengalaman hidupnya ini ia bagikan dalam kanal youtube double difabel bersama Fanny Evrita yang juga penyandang tuna daksa. Bagi Nicky, menjadi disabilitas bukanlah pilihan, ia harus tetap percaya diri dan tetap semangat menjalani hidup.