PENGABDIAN SEPENUH JIWA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Guru adalah ujung tombak kemajuan sebuah bangsa. Apa yang akan terjadi pada generasi esok, ada di pundak para guru. Kick andy kali ini akan bercerita tentang sosok pengajar yang mampu memberikan dampak pada dunia pendidikan indonesia. Melalui pengorbanannya, mereka telah menjadi pahlawan pendidikan.

Cerita pertama datang dari Jember Jawa Timur. Sebagai seorang guru, Nur Fadli adalah sosok teladan. Status sebagai guru honorer, dengan gaji yang kecil tidak menyurutkan semangatnya memberikan pengabdian terbaik. Bukan hanya itu, kepeduliannya pada pendidikan, diwujudkan dengan mendirikan sepuluh sekolah gratis, di sejumlah tempat di lereng gunung Argopuro, Jember, Jawa Timur. Salah satu sekolah yang didirikan Fadli, adalah madrasah ibtidaiyah terpadu Ar-Rohman yang berada di dusun Bangeran, desa Sukorambi. Fadli mendirikan sekolah ini pada tahun 2006.

Awalnya tidak mudah meyakinkan warga pentingnya keberadaan sekolah ini. Setelah berdiri dan berjalan beberapa tahun, warga merasakan manfaatnya. Kepedulian Fadli pada pendidikan, juga diwujudkan dengan membantu biaya kuliah mahasiswa yang tidak mampu. Ada 15 orang yang telah dan tengah dibantu kuliahnya oleh Fadli. Salah satunya Angga Susgianto, yang kini menjadi guru di madrasah ibtidaiyah Ar-Rohman, untuk membantu biaya operasional sekolah yang didirikanya, Fadli bekerja sama dengan wali murid memelihara kambing.

Di luar kegiatannya mengajar, Fadli didapuk sebagai pembina, para pengelola bank sampah di Jember dan Bondowoso. Fadli, yang mempunyai 4 gelar sarjana ini, juga kerap melakukan pendampingan hukum, secara gratis. Saat ini, Fadli tengah membangun sekolah konservasi, dan wira usaha, di atas tanah setengah hektar miliknya yang telah diwakafkan. Targetnya, selesai tahun 2020 ini.

Berikutnya ada cerita dari Millah Kamilah, seorang pejuang pendidikan dari Bandung, Jawa Barat. Keinginan millah membuka sekolah berawal, di sekitar rumahnya, ia melihat anak anak bermain di waktu jam sekolah. 

Selain masalah faktor ekonomi, kesadaran orang tua bagi pendidikan anaknya masih kurang. Millah pun tidak tinggal diam, tahun 2016 ia mendirikan sekolah tahfidzpreneur di garasi rumahnya. Dimulai dari tingkat TK, kemudian semakin banyak anak yang berminat untuk ikut belajar, dan saat ini berkembang ke tingkat sekolah dasar. Saat ini sekolah tahfidpreneur memiliki 85 anak, sebanyak 75 persen merupakan anak asuh millah dan tidak dipungut biaya.

Tahfidzpreneur memberikan metode pembelajaran efektif bagi anak, seperti metode kauni, fun learning, bahkan anak anak diajarkan kewirausahaan sejak dini. Kepedulian Millah terhadap pendidikan sangat tinggi, perempuan yang pernah menjadi kepala sekolah terbaik tingkat kota bandung ini, kerap kali blusukan ke rumah warga, sekadar mencari keluarga yang sulit memberikan pendidikan bagi anaknya. 

Di bidang sosial, Millah menyewa rumah sederhana untuk dijadikan panti asuhan, yang saat ini sudah menampung sebanyak 15 anak. Biaya operasional sekolah dan panti asuhan, berasal dari kantongnya sendiri, dengan menyisihkan dari berjualan kuliner dan gaji asesor lembaga akreditasi.

Cerita terakhir datang dari Lombok Nusa Tenggara Barat. Muhammad Khairul Ikhwan, sejak usia sekolah memiliki cita-cita mendirikan SMK yang mampu melahirkan lulusan hebat. Ia pun mengabdikan hidupnya menjadi seorang pendidik. Ikhwan aktif membimbing siswa dalam praktik dan berwira usaha. Pada 2017 Ikhwan mulai meujudkan cita citanya. Ia mendirikan SMK Ondak Jaya, sebuah sekolah kejuruan gratis di desa Pringga Jurang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Para siswa juga dibebaskan dari biaya praktik di bengkel kerja, yang juga menjadi teaching factory unit usaha SMK Ondak Jaya. Siswa dilibatkan dalam produksi beragam proyek sederhana, hingga merakit mesin teknologi tepat guna. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, kini para siswa pra sejahtera memiliki kesempatan dalam menentukan masa depan yang lebih baik.

Perjuangan dan inovasi Ikhwan dalam mendidik, telah menarik perhatian pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat ini Ikhwan dipercaya untuk menjadi penghubung antara industri dan dunia pendidikan , melalui Technopark Nusa Tenggara Barat.

Pada episode kali ini hadir pula tamu istimewa, menteri pendidikan dan kebudayaan indonesia, Naidem Makarim. Salah satu menteri termuda ini akan memberikan apresiasi langsung atas perjuangan para narasumber.