PANTANG PADAM MERAIH CITA

Tayang 31 Oktober 2021 pkl.19.05 wib

 

Selama ini saya termasuk yang penasaran, apa sebenarnya manfaat kartu Prakerja yang dicanangkan pemerintah. Apa benar kartu Prakerja ini bermanfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat kartu ini, atau kartu Prakerja ini akan bernasib seperti program – program lain yang dicanangkan pada priode – priode pemerintah sebelumnya.


Bahkan lebih ekstrim lagi, cukup banyak yang khawatir bahwa program kartu prakerja ini hanya akan menjadi peluang korupsi baru. Nah kali ini saya akan mengundang mereka yang sudah benar – benar memanfaatkan kartu Prakerja dan nasibnya berubah sejak mengikuti program kartu Prakerja siapa saja mereka ?


Yang pertama adalah Stevenly Rio Loginsi yang berprofesi sebagai satpam sebuah perusahaan, terkena imbas PHK. Di tengah muramnya kehidupan Rio saat itu, selain melamun di waktu luangnya yang panjang, hal yang bisa dia lakukan hanya men-scroll media sosial, khususnya Facebook. Di Facebook-lah, Rio seperti bertemu dengan malaikat penolong. Saat itu ia melihat salah satu posting dari Program kartu Prakerja mengenai opportunity untuk orang yang belum mendapat pekerjaan.


Rio pun berpikir, di usianya yang sudah berkepala empat, ia akan sulit mendapatkan pekerjaan. Ia pun memutuskan untuk mendaftar Kartu Prakerja, membeli pelatihan marketing optimizing untuk Facebook, dan menggunakan insetifnya sebagai modal usaha. Namun setelah menyelesaikan pelatihan, Rio melihat lowongan pekerjaan di sebuah provider seluler. Setelah satu bulan bekerja sebagai Sales di perusahaan itu, Rio pun ditawari pekerjaan untuk membuat desain promosi.

Berkat pelatihan itu, Rio dapat bekerja sebagai desainer grafis. Bahkan, karena hasil kerjanya yang baik, ia pun kemudian diangkat menjadi supervisor.

Yang kedua adalah Ubaidillah dia ini pekerjaannya serabutan pernah jadi kuli bangunan, ojek online. Kemudian Ubai mendaftarkan diri ikut program kartu Prakerja, Ubai mengambil pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), autocad dan akuntansi keuangan. Saat ini, kata Deni, Ubai sudah bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi. Dia bekerja sebagai petugas audit yang mengecek dan memastikan posisi antena pemancar.

Dan yang terakhir adalah Hengki Sihombing Buat sebagian orang, memiliki pekerjaan selevel CEO di sebuah perusahaan startup adalah pekerjaan impian. Namun hal ini tidak berlaku bagi Hengki Sihombing yang pernah menjadi Chief Technology Officer (CTO) di Urbanhire. Padahal, dengan predikat sebagai salah satu programmer Javascript terbaik, bukan hal sulit bagi Hengki untuk menjadi pimpinan di perusahaan startup swasta dengan gaji yang luar biasa besar.


Namun semuanya itu sama sekali tak menarik perhatian Hengki. Pria berumur 35 tahun ini malah memilih untuk membangun sistem teknologi Kartu Prakerja dari nol, meskipun gaji yang ia terima tak sebesar gaji CEO perusahaan startup yang sesuai dengan skill-nya. Membuat sistem teknologi dari nol, hingga saat ini Hengki telah membantu jutaan penerima Kartu Prakerja.