PAHLAWAN KAUM MARJINAL

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

BERBAGI MEMANG TIDAK HARUS MENUNGGU KAYA. EPISODE KALI INI AKAN BERCERITA TENTANG KISAH ORANG-ORANG BIASA, BUKAN ORANG KAYA. BAHKAN KEHIDUPAN MEREKA BISA DIBILANG PAS-PASAN. ADA JUGA DARI MEREKA YANG DULUNYA HANYA DIANGGAP SABAGAI SAMPAH MASYARAKAT, KARENA MENJADI PREMAN JALANAN. NAMUN, SIAPA SANGKA KINI MEREKA MALAH MENJADI SEORANG PAHLAWAN BAGI PARA KAUM MARJINAL, ANAK YATIM DAN DHUAFA, JUGA KAUM DIFABEL.


IMAS MASITOH RESMIATI, TUKANG GORENGAN YANG MENGURUSI 130 ANAK YATIM.

MESKI HANYA SEORANG PENJUAL GORENGAN, IMAS WASITOH PEREMPUAN 43 TAHUN INI TETAP INGIN MENJADI MANUSIA YANG BERMANFAAT UNTUK SEKITARNYA, TERUTAMA ANAK YATIM DAN DHUAFA. IA MENGASUH RATUSAN ANAK YATIM DAN DHUAFA DI SEKITARAN BANDUNG RAYA. TIDAK HANYA ITU, IA JUGA MENDIRIKAN PANTI ASUHAN SEBAGAI TEMPAT BERNAUNG MEREKA YANG KURANG BERUNTUNG.

BERAWAL PADA TAHUN 2012 IA KEHILANGAN ANAK KEEMPATNYA YANG MASIH BERUSIA BALITA. KEHILANGAN INI MEMBUATNYA TERPURUK. NAMUN ADA RENCANA TUHAN DIBALIK ITU, IA PUN DIPERTEMUKAN DENGAN 7 ANAK YATIM SAAT BERDAGANG DI SEKOLAH. IMAS MENDENGAR KELUH KESAH MEREKA, DAN TERGERAK UNTUK MEMBANTU. IA PUN MENGGRATISKAN DAGANGANNYA UNTUK 7 ANAK TERSEBUT. SELAIN ITU, IA MENGAJAK PEDAGANG LAIN UNTUK BERSEDEKAH KEPADA ANAK YATIM. LAMBAT LAUN, JUMLAH ANAK YANG IA ASUH MAKIN BERTAMBAH HINGGA 15 ANAK.

TAHUN 2017 MENDAPAT COBAAN, SANG SUAMI KEHILANGAN PEKERJAAN, DAN IA PUN MENDERITA STROK. NAMUN, KONDISI ITU TIDAK MENYURUTKAN SEMANGATNYA. DITAMBAH LAGI SANG AYAN PERNAH BERWASIAT UNTUK TERUS MELANJUTKAN PERJUANGAN IMAS MENGASUH ANAK YATIM.

HATINYA MAKIN MANTAB, IA MEMBERANIKAN DIRI MENGONTRAK RUMAH UKURAN 5X8 METER DI KP CIBUNGUR, BATUJAJAR TIMUR UNTUK TEMPAT BERNAUNG ANAK ASUHNYA. ADA 20 ANAK YANG TINGGAL DIRUMAH YANG MENJADI PANTI ITU. SEMENTARA SERATUSAN SISANYA TERSEBAR DI WILAYAH BANDUNG RAYA, DAN TETAP IA PANTAU.

PERJUANGANNYA KERAP DIPANDANG SEBELAH MATA. IA KERAP DITUDUH MAKAN HARTA ANAK YATIM, HINGGA MENYEBABKAN DIRINYA SAKIT-SAKITAN. IA JUGA DIANGGAP TIDAK WARAS KARENA HIDUP PAS-PASAN TAPI INGIN MENGASUH ANAK YATIM.


RAMA PHILIPS, TUKANG SERVIS LAMPU DIRIKAN PANTI UNTUK LANSIA YANG TERLANTAR

RAMA PRIA 35 TAHUN ASAL PONOROGO INI PERNAH MENJADI PEMULUNG, MERASAKAN PENGALAMAN DIJAUHI ORANG / DIKUCILKAN. KERJA SERABUTAN DAN PERNAH MENJADI TUKANG SERVIS LAMPU, HINGGA NAMA DIA DIKENAL SEBAGAI RAMA “PHILIPS”. NAMUN TAHUN 2015 KONDISINYA BERUBAH, TREN BATU AKIK MEMBUAT EKONOMINYA NAIK. NAMUN SAYANGNYA TIDAK BERTAHAN LAMA.

AWAL MULA RAMA MENDIRIKAN PANTI ADALAH KETIDAK SENGAJAAN. SAAT MENJALANKAN BISNIS BATU AKIK, IA BERTEMU LANSIA YANG MASIH BEKERJA KERAS MENJADI KULI PANGGUL. LANSIA ITU BERCERITA BAHWA IA EKS TRANSMIGRAN, ISTRINYA SUDAH MENINGGAL, DAN TIDAK PUNYA ANAK. IA PULANG KE PONOROGO TINGGAL DENGAN KEPONAKNNYA. NAMUN IA MALAH DIUSIH DARI RUMAH, HINGGA TINGGAL DI GUBUG SEADANYA.

RAMA TERINGAT NASIBNYA DULU SAAT MENJADI PEMULUNG, DAN IA PUN MEMUTUSKAN UNTUK MENAMPUNG LANISA TERSEBUT. DARI HASIL BISNIS AKIK IA MAMPU MEMBELI SEBIDANG TANAH, DAN MEMBANGUN PANTI UNTUK LANSIA YANG TERLANTAR. PANTINYA ITU MAMPU MENAMPUNG HINGGA 100 ORANG LANSIA.

MESKI BISNIS AKIKNYA KINI MEREDUP, HAL ITU TIDAK MENYURUTKAN SEMANGATNYA UNTUK TETAP BERBAGI. KERAP BERHUTANG KEPADA PEMASOK SAYURAN UNTUK MEMCUKUPI KEBUTUHAN PANTI. SAAT TIDAK PUNYA BIAYA, ADA SAJA BANTUAN YANG DATANG. BANYAK JUGA BANTUAN DARI PARA TKW YANG BEKERJA DI HONGKONG.

KINI, PANTI YANG IA DIRIKAN JUGA BERKERJASAMA DENGAN PEMERINTAH. TIDAK HANYA DI AREA PONOROGO, IA JUGA SIAP MENERIMA LANSIA TERLANTAR DARI DINSOS KAB PONOROGO, MAGETAN, MADIUN, DAN TRENGGALEK. KINI MENGELOLA 4 RUMAH LANSIA, DUA DI KAB PONOROGO, SATU DI KAB TULUNGAGUNG, DAN SATU DI BLITAR.


SRI MURDANI, PENJUAL SUSU KELILING WUJUDKAN SEKOLAH DISABILITAS GRATIS. 

PEREMPUAN YANG KERAP DISAPA IBU DANI INI CUKUP DEKAT DENGAN ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEJAK TAHUN 2006. KALA ITU IA MENJADI SEORANG GURU PENDAMPING DI SEKOLAH LUAR BIASA. NAMUN, IA MERASA BAHWA APA YANG ANAK-ANAK DAPATKAN TIDAKLAH CUKUP. IA PUN BERTEKAD MENDIRIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG BISA BENAR-BENAR MENGEMBANGKAN POTENSI MEREKA.

BERPROFESI SEBAGAI PENGAJAR LES PRIVAT DAN PENJUAL SUSU KELILING KE TOKO-TOKO DI KEC BOROBUDUR, MAGELANG, PEREMPUAN 42 TAHUN INI MERINTIS TK LB MUTIARA HATI PADA TAHUN 2017. DENGAN MENYEWA RUMAH KONTRAKAN UNTUK SEKOLAH, SAAT INI PESERTA DIDIK YANG TERDAFTAT DI LEMBAGANYA ADA 53 SISWA.

TIDAK JARANG BIAYA OPERASIONAL DAN 7 GURU PENDAMPING BERASAL DARI KANTONG PRIBADI DANI. PARA PESERTA DIDIK MEMANG TIDAK DIWAJIBKAN UNTUK MEMBAYAR IURAN SEKOLAH. MEREKA DIPERSILAHKAN MEMBAYAR SEMAMPUNYA, BISA DENGAN UANG ATAU HASIL PANEN. MESKI DARI 53 SISWA YANG TERDAFTAR, HANYA 5 ORANG SISWA YANG MAMPU MEMBAYAR, DANI TIDAK PERNAH MERASA HILANG SEMANGAT.

METODE YANG DIA TERAPKAN TIDAK HANYA MENGAJARKAN PELAJARAN KHUSUS, TK INI JUGA MEMBERI TERAPI PENYEMBUHAN STIMULUS SYARAF KEPADA PARA SISWANYA. DIANTARA PENGAJAR ADA JUGA ORANG TUA MURID YANG PENUH KESADARAN TURUT MEMBANTU SEKUATNYA. IA PUN INGIN MENGEMBANGKAN LEMBAGANYA HINGGA TINGKAT SMA, DENGAN TUJUAN SAAT ANAK DIDIKNYA LULUS, MEREKA DAPAT HIDUP MANDIRI DENGAN BERAGAM KETERAMPILAN.

PERJUANGANNYA PUN KERAP MENDAPAT FITNAH, STATUSNYA YANG SEORANG JANDA DUA ANAK KERAP DITUDUH INGIN MENCARI SIMPATI ORANG TUA ANAK DIDIKNYA. DENGAN LEMBAGA YANG IA DIRIKAN INI, DANI INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA APA YANG IA KERJAKAN BENAR-BENAR TULUS UNTUK MEMBANTU ANAK-ANAK DISABILITAS.