ORANGTUAKU BUKAN ORANGTUAKU

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Kali ini Kick Andy akan mengangkat rcerita tentang anak – anak yang di adopsi atau keluarga – keluarga yang mengadopsi anak.Bagaimana jika suatu hari kelak anak – anak yang di adopsi tahu bahwa mereka bukan anak kandung dari keluarga yang mengadopsi mereka.

Kisah pertama adalah Vena Melinda hatinya tersentuh banget saat baca artikel ada bayi ditemukan penjaga masjid di dalam toilet wanita di Masjid Fathullah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Venna, saat itu ingin banget mencari si bayi. Usahanya berhasil, Venna bisa bertemu dengan bayi itu.


Venna berniat ingin 'memuliakan' bayi itu,sebagai ibu dan orangtua hatinya terketuk pas melihat makhluk mungil tak berdosa itu ditelantarkan.Kala itu,bayi perempuan yang diberi nama Vania Athabina ditemukan sama seorang nenek.Diketahui, Vania lahir prematur dengan berat kurang lebih 1,7 kg. Setelah ditemukan, Vania dibawa ke polsek terdekat. Kata Venna, kalau Vania nggak cepat ditemukan mungkin dia nggak bisa bersama Vania sekarang. Venna Melinda ibarat jatuh cinta pada Vania hingga dia pun ingin mengadopsi bocah itu.

"Tuhan seperti membisikkan sesuatu ke saya yang akhirnya saya ingin bareng sama Vania selamanya. Proses adopsinya nggak mudah. Banyak tes yang saya ikuti dari mulai tes psikologi, kesehatan, dan saya juga mesti urus surat-surat rekomendasi dari orang orang-orang terdekat saya seperti orang tua dan anak-anak," papar Venna.
Proses adopsi Vania cukup memakan waktu. Total, Venna harus menunggu 9 bulan sampai dia bisa membawa Vania ke pelukannya. "Saya yakin ini rezeki dan petunjuk buat saya.


Kisah yang kedua adalah Monica Soraya terketuk hatinya sebagai seorang perempuan. Ia merasa iba saat mengetahui banyaknya berita bayi dibuang bahkan hingga meninggal oleh orangtua kandungnya. Dari sana, adopsi bayi ia lakukan.

Monica mulai mengadopsi bayi sejak awal bulan Februari 2020. Bayi yang diadopsinya berasal dari berbagai daerah."Dari saat itu, saya bicara dengan suami. Kasihan ya bayi itu, saya ingin bisa urus Monica mendapatkan banyak tawaran adopsi bayi dari para orangtua. Mereka menghubungi Monica lewat Whatsapp dan berkeluh kesah.

Para orangtua mencurahkan hatinya mengenai kondisi kehamilannya. Ada yang hamil lalu ditinggal pacar, ada juga yang perempuan yang mengaku tak bisa dinafkahi oleh suaminya."Rata-rata masalah perekonomian. Jadi mereka serahkan bayinya ke saya,"

Keluhan lainnya yang ditemui Monica seperti ibu yang tak punya uang untuk memeriksa kandungan buah hatinya. Monica lalu memutuskan untuk membantu mereka. Bantuan disalurkan dalam bentuk uang untuk digunakan membayar cek kehamilan, membeli vitamin dan susu, biaya persalinan, dan modal usaha untuk ibunya.

Kemudian, ia membesarkan para bayi di rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta. Ia berpikir, 12 bayi yang diadopsinya harus mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak seperti empat anak kandungnya. "Saya menjadi orang yang egois ketika ada rezeki yang dititipkan ke saya, tapi tidak berbagi dengan yang lain," kata Monica.


Dan kisah yang ketiga adalah Nadya, Nabila, dan satu saudara kembarnya yang masih belum diketahui identitasnya lahir di Rumah Sakit Bersalin Siti Fatimah Jl Gunung Merapi Makassar pada 23 Maret 2003. Nadya lahir kedua dengan berat 1,5 kg dan Nabila lahir dengan berat badan 1,4 kg. Sementara anak yang pertama lahir 1,6 kg yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.


Sayangnya, masing-masing orangtua angkat Nadya maupun Nabila kehilangan kontak ibu kandung bayi tiga kembar asal Makassar. Jati kakak angkat Nadya bercerita saat ia masih berusia 23 tahun, ibundanya mengatakan kerabatnya yang mengabarkan ada bayi kembar tiga dari orangtua yang tidak mampu.


Kerabat tersebut menawarkan ibunda Jati untuk mengasuh salah satu bayi tersebut.

"Aku ingat. Aku kan perempuan satu-satunya di keluarga. Kebetulan ada kerabat Mama dulu menawarkan dari Makassar bahwa ada anak kembar tiga tapi orang tuanya tidak mampu urus bayinya,Jati ingat sang ibunda sempat bertanya apakah ia keberatan jika orangtuanya mengasuh seorang bayi. "Saya bilang mau dengan senang hati karena enggak punya adik perempuan. Aku empat bersaudara, tiga laki-laki di atas aku. Lalu muncullah Nadya dengan berat 1,5 kilogram di rumah,"


Sedangkan cerita Nabila adalah bermula saat Nabila baru lahir beberapa minggu. Suami Johra, Ramli sudah lama kenal dengan orang tua Nabila. Karena tak sanggup untuk membiayai anak-anaknya, orang tua Nabila menawarkan Nabila kepada Ramli. Ramli menceritakan hal tersebut kepada istrinya, Johra. Keduanya pun sepakat untuk melihat Nabila yang baru berumur sebulan. Cinta jatuh pada pandangan pertama. Akhirnya, mereka memutuskan untuk merawat Nabila.


Kini Nadya dan Nabila dipertemukan kembali setelah 16 tahun berpisah.Keduanya dipertemukan di Twitter.Saat ini Nabila tinggal bersama orangtua angkatnya di Gowa, Sulawesi Selatan.Sedangkan Nadya tinggal di Depok bersama keluarga angkatnya.mereka hidup bahagia meskipun bersama oramngtua angkat mereka. Meski sudah dipertemukan, pencarian Nadya dan Nabila pun tak berhenti sampai di situ.Kini keduanya tengah mencari saudara kembar yang ketiga