MUSISI RELIGI MELAWAN PANDEMI

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Menjadi seorang musisi religi, bukan sebuah pilihan mudah. Selain dituntut untuk mengasilkan karya musik yang berkualitas, tiap syair mereka juga harus memiliki pesan dakwah. Dalam episode kali ini kick andy akan berbagi tiga cerita musisi religi yang turut melakukan sesuatu, demi melawan pandemi covid19

Pertama, ada grup musik adam. Kelompok vocal yang baru terbentuk ini beranggotakan empat pria, anandito dwis, dodi hidyatullah, natta reza, dan rey mbayang adam. Meski baru di dunia musik religi, para personil grup ini telah lama melanglang buana bermusik sambil berdakwah.

Yang menarik adalah aktvitas sosial mereka. Pada saat pandemi saat ini, mereka rutin membagi sembako untuk masyarakat yang terdamapak. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk pembangunan masjid di daerah-daerah, melalui yayasan masjid nusantara.

Narasumber kedua, adalah grup musik legendaris bimbo. Siapa yang tidak kenal bimbo, trio bersaudara asal bandung ini telah menjadi ikon musik religi sejak tahun 1967. Selain produktif menghasilkan karya musik religius, bimbo juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Baru-baru ini, bimbo menelurkan karya musik yang ditujukan untuk para tenaga medis dan satgas covid19.

Melalui karya musiknya tersebut, bimbo juga mengajak masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dengan tetap berada di dalam rumah masing-masing. Karya ini pun mendapat apresiasi positif dari banyak masyarakat indonesia.

Terakhir, ada grup musik snada. Ini adalah grup nasyid acapella pertama di indonesia. Mereka ada 5 personil, mulai booming di tahun 2000. Posisi personil semua ada di jabodetabek.

Dalam kaitannya dengan covid19, mereka tengah melakukan penggalangan dana untuk membeli nutrisi dan vitamin, yg akan dibagikan kepada tenaga medis dan pejuang covid19. Mereka juga menciptakan lagu berjudul "selamat datang ramadhan, selamat tinggal corona".

Sebelumnya, snada telah mendirikan yayasan nasyid indonesia. Melalui yayasan ini mereka membina grup nasyid muda agar tidak terpengaruh oleh ajaran yg radikal, dan juga rajin menggelar konser amal untuk pembangunan masjid di plosok daerah dan pengadaan al qur'an di pondok pesantren. Melalui yayasan ini pula, grup-grup nasyid yg terdampak covid19, mendapatkan bantuan ekonomi. Grup nasyid yg masih bisa manggung, membantu grup lain yg tidak bisa manggung.