MENYULAP SAMPAH JADI RUPIAH

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Kalau kami bilang Bangsa Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia, mungkin Anda sudah sering mendengar. Tetapi, banyak yang tidak peduli atau menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Nah, kali ini, kami bukan mau bercerita tentang sampahnya, tetapi tentang orang-orang kreatif yang mengubah sampah plastik menjadi barang yang bernilai.

Bob Novandy misalnya. Di tangan pria asal Bukitinggi, Sumatera Barat ini sampah plastik terutama botol-botol plastik bekas bisa disulap menjadi barang kerajinan yang menarik. Bob sangat piawai membuat lampion, lampu duduk bahkan gapura jalan dari botol bekas. Bahkan hasil karya Bob Novandy ini sudah diajarkan di kampus-kampus luar negeri terutama di Libya.

Begitu halnya dengan Taufik Saguanto. Pria asal Malang, Jawa Timur ini mengubah sampah botol plastik menjadi hasil karya menarik terutama berupa cendera mata misalnya mobil, robot dan motor. Hasil desain Taufik ini bahkan sudah mencapai enam ratusan karya. Taufik mengaku pembeli hasil karyanya tidak hanya di dalam negeri melainkan hingga manca negara.

Sementara bagi John Pieter lain lagi. Jika sebelumnya sampah plastik disulap menjadi hasil karya kreatif, di tangan John Pieter sampah-sampah plastik itu diolah kembali. Setelah dipisahkan sesuai degan kriteria yang diinginkan, sampah plastik itu kemudian dimasukkan ke dalam mesin khusus hingga menjadi biji plastik. Tentu saja hasil biji plastik ini nilainya sangat tinggi dibanding dengan menjual sampah plastik biasa. Bahkan dari mengolah sampah plastik ini, pria yang saat ini tinggal di Bandung, Jawa Barat setiap bulannya mengantungi keuntungan ratusan hingga miliaran rupiah.