MENOLAK MENYERAH

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Dalam perjalanan hidup seseorang kadang menghadapi berbagai persoalan. Ada yang berat, ada yang ringan. Saat menghadapi persoalan hidup yang berat ada orang menyerah, namun banyak juga yang bangkit dan memperoleh kebahagiaan. Kick Andy kali ini menghadirkan orang-orang yang menolak menyerah saat menghadapi kesulitan. Mereka bangkit dan menggapai kebahagian bukan hanya untuk mereka namun juga untuk orang lain.


Kematian sang ayah karena kecelakaan, membuat Tommy Wong harus hidup di jalan. Konflik keluarga besar karena perebutan warisan yang memaksa Tommy Wong kecil harus hidup menggelandang di kota Surabaya. Ibu Tommy Wong yang shock atas kepergian sang suami terpaksa dibawa ke keluarga yang mau merawatnya di kampung. Setelah sang Ibu sembuh, Tommy dan Ibunya ke Jakarta dan hidup menumpang di salah satu kerabat. Di Jakarta, Tommy bekerja serabutan. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan penjualan handphone. Konflik 1998, membuat Tommy kehilangan pekerjaannya. Jiwa pantang menyerah Tommy, menuntunnya untuk merintis usaha penjualan handphone. Ia berhasil hingga mendapat kepercayaan dari merk handphone terkenal sebagai distributor. Mengingat masa-masa sulit dalam hidupnya, Tommy rajin berbagi pada anak-anak jalanan dan anak yatim piatu. Kepercayan pada seorang teman, berbuah pahit. Sang teman menipunya hingga Tommy rugi puluhan milyar. Sempat shock, perlahan ia kembali bangkit. Kini ia sebagai Ketua Umum Komunitas Billionaire Mindset Indonesia, komunitas yang beranggotakan para pengusaha. Saat terjadi gempa Lombok, Tommy juga tergerak untuk membantu.


Sempat gagal dalam berbagai usaha, Edward Tirtanata tidak pernah menyerah. Ia berprinsip hanya perlu satu kesuksesan untuk menutup berbagai kegagalan. Merintis usaha Kopi Kenangan pada tahun 2017 bersama dua rekannya, James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa, Edward berupaya menjadikanya sebagai merk lokal yang mampu bersaing dengan merk internasional. Dalam tiga tahun, Kopi Kenangan telah memiliki ratusan gerai. Saat pandemi corona, Kopi Kenangan mengalokasikan dana Rp 15 milyar untuk kegiatan sosial. Kopi Kenangan juga berusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada para barista dan karyawannya.


Ketika umur 21 tahun, Dewa Eka Paryogo telah mempunyai hutang Rp 7,7 milyar. Teman baiknya membawa lari uang dari investor dan ia yang harus menanggungya. Tragisnya saat itu, ia baru beberapa hari menikah. Berkat dukungan istri, Dewa bangkit dan berusaha melunasi hutang-hutangnya. Saat mulai bangkit, Dewa menghadapi ujian lagi. Ia mengidap penyakit GBS (Guilain–Barre Syndrom) atau gangguan saraf tepi yang membuatnya lumpuh dan koma dalam beberapa pekan. Setelah sembuh dari penyakit yang mematikan itu, Dewa dan sang istri kembali berusaha. Ia menulis buku pengalaman hidupnya dan menjadi best seller. Dewa yakin, saat Tuhan memberikan ujian pasti ada jalan keluar. Kini, Dewa menjadi penulis, pembicara dan mengelola beberapa perusahaan.


Di episode kali ini juga menghadirkan Susanto Hidayat. Santo adalah pemirsa setia Kick Andy yang terinspirasi dari para nara sumber Kick Andy. Pemilik kursus komputer ini memberi kursus gratis bagi penyandang disabilitas, anggota komunitas gereja, anggota komunitas masjid dan siswa yang tidak mampu.***