MENANGKAP PELUANG, BERBAGI KESEMPATAN

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Perkembangan teknologi komunikasi menawarkan banyak kesempatan bagi pelaku usaha termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka dapat memasarkan produk mereka secara online. Pemerintah juga mendorong para pelaku UMKM untuk go digital agar usaha mereka terus berkembang. Peran UMKM menjadi roda utama penggerak ekonomi bangsa dalam berbagai situasi ekonomi mendorong pemerintah menyongkong penuh perkembangan UMKM. Kini, banyak anak muda terjun dalam usaha dan rata-rata mereka telah memasarkan produknya secara online. Kali ini Kick Andy mengangkat kisah pengusaha muda yang berhasil dan mereka berbagi kesempatan pada pelaku UMKM lainnya dengan berbagai kegiatan yang mereka lakukan.


Heru Nurwahyudin (39) pemilik Superheru Snack di Malang, Jawa Timur berbagi pengetahun tentang kewirausahaan pada berbagai kalangan. Heru memberi pelatihan wira usaha kepada ibu-ibu di desa, pelajar, mahasiswa dan para buruh yang memasuki masa purna kerja. Bukan hanya di Malang, namun juga di berbagai daerah di Jawa Timur. Ia juga melakukan pendampingan pada pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha mereka. Saat memulai usaha Superheru Snack pada tahun 2014 tidak disetujui oeh sang Ibu. Namun berkat keuletan dan kerja keras, usahanya dapat maju dan sang Ibu akhirnya menyongkong penuh langkah Heru membuka usaha.


Di Pekalongan, Jawa Tengah, pasangan suami istri, Trias Wahyu Arditya (33) dan Farah (33) merintis usaha Onty Cake and Bakery dari garasi pada tahun 2015. Usaha mereka terus berkembang berkat kerja kersa dan jaringan yang mereka bangun dalam memasarkan produk mereka. Saat Pandemi Covid-19, omzet penjualan Onty Bakery justru meningkat. Trias dan Farah ikut aktif dalam berbagai kegiatan komunitas sosial di Pekalongan. Lewat kegiatan Onty Berbagi, Trias dan Farah mengajari Ibu-bu membuat kue secara gratis. Mereka juga menyediakan bahan-bahan kue bagi ibu-ibu yang memiliki usaha dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang terjamin. Trias dan Farah juga membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin belajar membuat kue. Para peserta tidak dipungut biaya, mereka hanya mengganti bahan yang digunakan saat belajar.


Baik Heru maupun Trias dan Farah merasa terbantu dengan dukungan dari pemerintah. Mereka tergabung dengan Rumah BUMN pada tahun 2017. Dengan bergabung dengan Rumah BUMN, mereka mendapat berbagai pelatihan dan akses pemasaran salah satunya lewat Pasar Digital (PaDi) UMKM yang dikembangkan PT Telkom Indonesia. Dengan tumbuh dan berkembangnya UMKM, perekonomian Indonesia juga akan tumbuh.***