MANUSIA-MANUSIA KUAT

Lahir dengan kondisi fisik tidak sempurna kerap membuat orang rendah diri. Bahkan bagi penyandang disabilitas yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan, tekanan yang mereka rasakan lebih besar lagi. Hidup normal yang pernah mereka rasakan harus berubah total dan dipaksa bergantung pada orang lain. Inilah kisah manusia-manusia kuat yang berhasil bangkit dari keterpurukan dan melawan keterbatasan mereka.

Terlahir sebagai tuna daksa dengan tangan tidak sempurna, Wahyudi tumbuh dalam lingkungan yang tidak mempermasalahkan kondisi fisiknya. Ia baru menyadari dirinya berbeda dengan orang normal saat ia berada di lembaga pelatihan bagi penyandang disabilitas. Bagi Wahyudi, inilah dunianya yang sebenarnya. Puncak dari kekecewaan dan kesedihan Wahyudi adalah saat melamar pekerjaan dimana ia ditolak karena fisiknya yang tak sempurna.
Penolakan ini mendorong dirinya untuk berusaha sendiri. Ia pun membuka usaha menjahit. Meski di awal usaha tidak ada orang yang mau menjahitkan pakaian kepadanya, namun lambat laun Wahyudi mendapat kepercayaan masyarakat dan kini memiliki banyak pelanggan. Lewat usaha menjahit ini pula ia mendapat tawaran menjadi guru tata busana di sebuah SLB.

Tak terbayang bagi Laninka Siamiyono bahwa hidupnya akan terpenjara di atas kursi roda. Lahir sebagai anak normal, Laninka tumbuh sebagai gadis yang lincah. Namun saat remaja ia di diagnosa mengidap penyakit Rheumatoid Arthritis yang menyebabkan seluruh sendi tubuhnya nyeri dan kaku sehingga mengakibatkan Laninka tidak dapat berjalan dan menggerakkan beberapa anggota tubuhnya. Dunia seakan runtuh bagi Laninka dan ia mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Selama sepuluh tahun Laninka menarik diri dari dunia. Ia hidup dalam keterpurukan. Semangat hidup Laninka mulai bangkit saat dirinya tak sengaja berkenalan dengan make up. Sebuah eyeliner yang ia beli dari sahabatnya berhasil membuka hati dan pikirannya. Ia pun mulai belajar tutorial make up dari Youtube. Atas dorongan teman-temannya, ia membuka channel tutorial make up sendiri dan menjadi beauty vlogger. Misinya satu, ia ingin mengajak teman-teman difabel khususnya wanita bisa percaya diri dengan dirinya sendiri.

Perasaan down dan menarik diri dari lingkungan juga sempat dilakukan oleh Catur Bambang setelah ia mengalami kecelakaan dan harus merelakan dua kakinya di amputasi. Namun atas nasihat seorang kerabat ia membuka diri dan kembali menjalani hari-harinya seperti biasa. Hidup dalam keterbatasan membuat Catur kerap mendapat perlakuan berbeda, yaitu di abaikan. Pengalamannya ditolak saat menaiki sebuah angkot menjadi titik balik bagi dirinya. Ia pun memutuskan belajar mesin dan memodifikasi motor untuk alat transportasinya.

Aktivitas modifikasi ini kemudian menjadi ladang usaha bagi Catur. Berkat ketekunan dan dorongan istri yang juga difabel, usaha modifikasi motor milik Catur berkembang pesat. Bahkan motor modifikasinya tidak hanya dipesan oleh penyandang disabilitas namun juga non disabiilitas. Pelanggannya pun berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya memodifikasi motor, Catur juga kerap memberi dorongan dan memotivasi para penyandang disabilitas untuk bangkit dari keterpurukan.