LIFE MUST GO ON

TAYANG, MINGGU 11 JULI PKL 19.05 WIB


Hidup memang tidak selalu diisi dengan kebahagian. Kadang kesedihan mewarnai kehidupan. Begitulah alur hidup manusia. Kebahagian dan kesedihan secara bergantian menghampiri hidup manusia. Hidup diibaratkan roda yang berputar kadang di atas, kadang di bawah. Ada yang mampu melewati cobaan hidup, ada juga yang gagal. Kali ini, Kick Andy mengundang tamu-tamu inspiratif yang mampu melewati cobaan hidup.


Syanni Oetomo Pangkey merasa terpukul saat mengalami kebutaan pada usia 23 tahun. Ia kehilangan penglihatan pasca kecelakaan hebat yang dialaminya. Pada 25 Juni 1987, mobil antar jemput karyawan tempatnya bekerja menabrak truk. Dari 10 karyawan, 4 orang meninggal dan lainnya mengalami luka parah termasuk Syanni. Sempat terpuruk, namun akhirnya Syanni ‘bersahabat’ dengan kebutaannya untuk melanjutkan hidup. Apalagi dukungan dari keluarga dan tempatnya bekerja sangat besar. Ia dibantu pengobatan dan diberi pekerjaan sebagai operator telepon. Pada tahun 1999, Syanni menikah dengan Eddy Oetomo yang juga seorang tuna netra. Bersama sang suami, Syanni merintis usaha toko alat tulis. Mereka mengembangkan usaha dengan menyediakan berbagai keperluan bagi perusahaan-perusahaan dari gula hingga alat tulis kantor. Usahanya masih berjalan hingga kini.


Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai bidang, termasuk dunia penerbangan. Megah Putra Perkasa yang bekerja sebagai pilot terkena imbas pandemi Covid-19. Pengurangan jam terbang membuat ekonomi keluarganya limbung. Ia harus membiayai pendidikan 4 orang anaknya. Sebelum pandemi Covid-19, sang istri sudah punya usaha jualan baju online. Saat Megah terkena imbas pandemi Covid-19, ia dan istri fokus pada pengembangan usaha jualan baju secara online. Namun usaha mereka belum dapat menutup kebutuhan keluarga. Hobby kulineran, mendorong Megah membuka usaha jualan mie ayam. Megah memilih jualan mie ayam karena makanan ini banyak penggemarnya. Ia membuat sendiri mie yang dijualnya. Mengusung nama Kepten Kitchen, Megah dan keluarga terus mengembangkan usaha mie ayam mereka. Megah merasa tidak turun kelas, dari seorang pilot menjadi penjual mie ayam.


Risda Lestiani menjadi driver ojek online pada tahun 2017, setelah suaminya divonis bersalah karena kasus korupsi. Saat divonis, suami Lesti menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan Kota Cirebon. Hingga kini, Lesti tidak tahu perkara apa yang menjerat suaminya. Karena selama berumah tangga, sang suami tidak pernah bercerita persoalan kantor padanya. Saat terjerat kasus hokum, sang suami menderita sakit dan meninggal pada November 2019. Untuk menyambung hidup, Lesti menjual harta benda yang dimilikinya. Sebelum memutuskan menjadi driver ojek online, Lesti sempat menjalani sejumlah pekerjaan diantaranya sebagai tukang cuci. Hingga kini, Lesti masih menjadi driver ojol. Meski pernah menjadi istri pejabat, ia tidak malu menjalani profesinya. Lesti berprinsip hidup harus dijalani dalam kesulitan maupun kebahagian.***