LANGKAH KECIL UNTUK INDONESIA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Dalam episode Kick Andy berjudul Langkah Kecil Untuk Indonesia, Kick Andy menghadirkan kisah dari orang-orang yang memiliki usaha dengan memberikan manfaat kepada masyarakat banyak dan lingkungan sekitarnya. Dan mereka tak hanya memikirkan keuntungan semata untuk dirinya. Berikut kisah para narasumber dalam episode “Langkah Kecil Untuk Indonesia”.

Ikan bawis, sebagian orang mungkin agak asing mendengarnya, karena memang habitat ikan ini hanya ada di Bontang, Kalimantan Timur. Kecil, amis, dan berduri, membuat ikan ini dibuang, bahkan para nelayan menyebutnya ikan sampah. Ialah Niniek Rakhmawati, wanita kelahiran Jombang, yang justru melihat peluang dari ikan bawis. Melalui omah bawis, Niniek mengolah ikan bawis yang terbuang untuk menjadi cemilan kripik ikan bawis yang enak. Untuk menghilangkan bau amisnya Niniek mempunyai trik khusus, supaya enak dikonsumsi. Ikan harus dibekukan dahulu, kemudian dipotong, lalu diberi bumbu setelah itu digoreng sebanyak dua kali hingga kering, setelah itu proses pengemasan. Tidak hanya ikan bawis, berbagai hasil olahan laut/ seperti, es kepiting, black forest ikan, minuman rumput laut, teri kering, dan lainnya. Upayanya bersama sang suami, merintis usaha ini, selama kurang lebih 10 tahun akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Berkat inovasi yang dilakukan oleh Niniek, penghasilan para nelayan setempat meningkat, Niniek juga membantu istri para nelayan untuk memperoleh penghasilan tambahan. Di rumah produksinya, Niniek memberikan kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, bahkan anak kebutuhan khusus, untuk belajar. Harapan Niniek, inovasi produknya dapat menjadi makanan khas Bontang.


Membantu mensejahterakan hidup mereka yang kurang mampu, tidak harus dimulai dengan langkah besar. Sekecil apa pun langkah itu, akan sangat berarti. Seperti yang dilakukan Dihqon Nadaamist, mahasiswa bidik misi IPB yang berhasil membantu teman-temannya untuk mendapatkan penghasilan melalui bisnis jasa kebersihan “Clean Sheet”. Pada awalnya pria berumur 22 tahun ini mendirikan Clean Sheet, hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya yang sangat pas-pasan. Namun pengalaman ini membuat ia bertekad untuk membantu teman yang kurang mampu seperti dirinya, untuk bergabung menjadi mitra di Clean Sheet. Bisnis yang resmi berdiri pada tahun 2019 ini sudah merekrut hingga 30 orang dengan one stop service sebagai daya saing mereka, Clean Sheet menyanggupi berbagai jasa kebersihan seperti general cleaning, cuci sofa dan kasur , hingga merapihkan taman, cuci ac, perbaikan alat elektronik, dan lainnya. Tidak sedikit masyarakat yang tertarik dengan jasa yang disuguhkan. Terbukti, jasa Clean Sheet sudah digunakan di kawasan Jabodetabek dan siap membuka cabang baru. Bisnis yang bergerak di bidang sociotechnopreneur ini pun mulai merekrut anak-anak putus sekolah. Berbasis part-time, Dihqon berharap dapat terus mengembangkan usahanya, dan semakin banyak orang yang terbantu hidupnya dengan adanya bisnis Clean Sheet yang ia dirikan.

Menjadi wirausaha, tidak melulu dimulai dengan modal besar. Kerja keras dan pengalaman, adalah modal utama dalam tiap langkah merintis sebuah usaha seperti halnya yang telah dirasakan oleh seorang mantan pembantu rumah tangga, Tri Mulyani. Perempuan asal Wonogiri ini merintis toko kelontong sejak tahun 2011. Kini usaha Tri telah berkembang pesat dan memiliki 7 karyawan. Dengan modal hanya dua juta rupiah Tri membangun usahanya. Kala itu Tri belum memiliki pengetahuan mengenai penataan barang dagangannya. Bahkan tokonya terlihat tidak rapih. Namun semuanya berubah, saat Tri mulai bergabung dan menjadi binaan SRC. Sejak itu wawasan Tri mulai terbuka, ia pun sadar akan pentingnya menata sebuah toko agar menarik pelanggan, serta cara melayani pembeli dengan baik. Namun apa yang dilakukan Tri bergabung dengan SRC, sempat ditolak sang suami. Kini, toko Tri Jaya terus melakukan berbagai inovasi, seperti layanan pesan antar langsung ke rumah pelanggan, dan pojok lokal. Melalui pokok lokal ini pula, UMKM yang berada di sekitar toko, dapat merasakan dampaknya. Kerja keras tidak akan menghianati hasil. Tri jaya yang dulunya hanya toko kelontong kecil, kini sukses menjadi binaan SRC, dan berdampak untuk warga di sekitarnya.