KELUARGA PETUALANG

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Tema ini memiliki benang biru para keluarga yang berpetualang keliling Indonesia, bahkan dunia. Tentu akan banyak cerita dari setiap jengkal perjalanan yang mereka lakukan. Menariknya lagi, mereka mendokumentasikan dengan baik petualangan tersebut.

Narasumber akan menceritakan kisah mereka mulai dari persiapan mereka, bagaimana cara untuk tetap “hidup” selama berpetualang, alasan mereka melakukan perjalanan tersebut, bagaimana anak-anak mereka sekolah, dan bagaimana mereka mendapatkan uang. Untuk menggali pengalaman, Kota atau daerah mana yang paling berkesan, kendala yang dihadapi, dan adakah pengalaman yang sampai mengancam nyawa. Terakhir, kita bisa menggali Pesan moral atau pelajaran yang mereka dapat dari petualangan tersebut.

Narasumber pertama ialah Keluarga Kusmajadi. Mereka keliling Indonesia melalui ja;ur darat menggunakan sebuah truck, yang telah dimodifikasi menjadi motor home. Keluarga asal pondok cabe Tanggerang Selatan ini beranggotakan Ayah - Dodi Kusmajadi (47), Ibu - Melati Muslaela Puteri (43), Anak - Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Anak - Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14)

Perjalanan ini merupakan wujud dari impian Dodi dan Melati. Mereka telah mempersiapkan perjalanan ini sejak lama, terutama mempersiapkan tabungan untuk biaya perjalanan. Memulai perjalanan pada september 2018, hingga saat ini Keluarga Kusmajadi telah menjelajahi Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat.

Mereka memiliki 4 misi : pertama, ingin mempelajari budaya, ingin mempelajari sejarah, dan ragam kuliner di Indonesia; Kedua, ingin mempelajari kearifan lokal; Ketiga, ingin belajar dari lokal hero, yang tidak tercatat di media mainstream, tapi mereka sangat berjasa dan bermanfaat besar untuk lingkungan mereka; Keempat, ingin menikmati pemandangan alam Indonesia,”

Banyak drama yang terjadi dalam kisah mereka. Mulai dari sang ayah nekat mengundurkan diri dari pekerjaannya demi mewujudkan perjalanan ini, hingga pilihan homescholling bagi kedua anak mereka yang masih berusia sekolah.

Narasumber kedua ialah sebuah keluarga asal Jakarta yang melakukan roadtrip keliling dunia menggunakan mobil SUV standart. Mereka adalah Ayah - Eelco Koudijs, Ibu – Iyel Koudijs, Anak – Raneeshya, dan Anak – Tyo. Menamakan perjalanan mereka Journey of Wonder, keluarga ini telah menempuh perjalanan 65.000 km selama 11 bulan.

Mengawali perjalanan pada tahun 2018, mereka menyebrang dari Pontianak ke Malayasia. Menyusuri jalur darat hingga ke Iran, dan berhasil masuk ke Eropa. Sampai menyeberang ke benua Afrika, Total mereka telah mengunjungi 34 negara.

Banyak drama terjadi selama perjalanan. Mulai dari aturan lalu lintas tiap Negara yang berbeda, hingga kultur budaya. Tidak hanya itu, mereka juga kereap kali dihadapkan pada kondisi serius seperti tingginya tingkat kriminalitas, hingga sulitnya mengurus visa di suatu Negara. Uniknya, menurut mereka Iran adalah Negara yang paling ramah dari seluruh Negara yang telah mereka kunjungi.

Memiliki prinsip ingin meninggalkan rutinitas pekerjaan, Eelco dan Iyel sepakat pensiun dini demi mewujudkan impan mereka untuk keliling dunia dengan mobil. Bagi mereka learning is a journey, not destination. Perjalanan ini merupakan sebuah pembelajaran bagi mereka. Karenanya, tidak penting seberapa jauh/miles yang mesti kami kejar untuk diselesaikan, tapi berapa banyak yang bisa kami serap/pelajari jika kami berada di sebuah tempat.

Mereka percaya bahwa belajar tidak mesti selalu didalam ruangan. Dunia merupakan ruang belajar yang begitu luas. Selama perjalanan, anak-anak akan belajar banyak tentang beragam budaya, agama, bahasa, dll.

Dalam perjalanan ini, mereka tidak melupakan pendidikan anak-anaknya. Jurnal dan reflection merupakan hal tambahan yang anak-anak lakukan diluar standard pelajaran dari sekolah. Reflection sangat penting untuk mereka memahami pengalaman baru apa yang telah mereka dapatkan sehingga bisa diterapkan dimasa mendatang.