KEBAHAGIAAN BATIN

Tanggal tayang 23 Januari 2022

 

Berbuat baik tidak mengenal latar belakang seseorang, karena perbuatan baik dimulai dari niat, dan apapun bisa terlaksana. Termasuk ketiga narasumber yang diundang ke acara Kick Andy minggu ini. Mereka merupakan orang-orang sederhana secara materi, namun kaya secara hati.

Narasumber pertama adalah Ramon, yang bekerja sebagai loper Koran hingga tahun 2008. Ia terpaksa berhenti karena ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi. Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan Sigit, pembuat kaki palsu Kick Andy Foundation (KAF). Setelah membuat kaki palsu untuk dirinya, hubungan keduanya pun berlanjut. Dan inisitatif Ramon untuk memperkenalkan mereka yang membutuhkan kaki palsu kepada Sigit pun membuat dirinya dijadikan perwakilan dari KAF bagian medan untuk berkeliling dan mencari serta mengukur kaki para disabilitas untuk dibuatkan Kaki Palsu. Perjalanan yang ia tempuh pun tidak dekat, dan ia harus mengeluarkan uang sakunya untuk melakukan aksi mulia ini. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Bahkan, ia senang, dan menurutnya, hanya dengan melihat senyum mereka yang akhirnya memiliki kaki palsu sudah menjadi bayaran yang setimpal untuknya.

Narasumber selanjutnya adalah No Lakamani, atau yang akrab disapa Novi. Ia merantau ke Jakarta untuk menjadi seorang Asisten Rumah Tangga sebelum ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Jakarta, dan menjadi seorang guru. Ia menjadi guru untuk anak ‘pinggiran’ yang memiliki ekonomi sulit. Novi sendiri bukan berasal dari keluarga berada. Sebelum ia menjadi guru, ia harus berjualan untuk menyambung hidupnya. Hingga ia pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya untuk merawat ayahnya yang sakit keras. Selama di kampungnya, Novi merindukan masa-masa ia mengajar, dan melihat situasi pendidikan yang minim di kampungnya. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat sekolah Paud dan TK untuk anak-anak di desanya. Ia pun harus berjualan sirih untuk mempertahankan sekolahnya yang dimana muridnya hanya dikenakan biaya 10 ribu rupiah bagi yang mampu. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Sekarang sekolah yang dibangun Novi sudah memiliki ijin resmi dan memiliki 50 murid yang diantaranya sudah berhasil melanjukan pendidikannya ke jenjang SD.

Narasumber terakhir adalah Abdul Hamid. Pria yang tinggal di salah satu kampung di Cengkareng, Tangerang merupakan aktifis yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan. Abdul yang harus menjadi tukang ojek agar bisa membayar biaya sekolahnya saat SMA, sudah melakukan kegiatan sosial sejak kecil. Hingga akhirnya ia berhasil bekerja, ia pun menyisihkan uangnya untuk membangun sebuah perpustakaan untuk meningkatkan literasi warga sekitar. Ia pun mendirikan tempat kursus komputer yang dimana murid hanya dikenakan biaya 5 ribu rupiah. Uang ini pun hanya untuk menutup biaya operasional, dan tidak mengambil sepeserpun darinya. Abdul pun membangun relasi untuk membangun kerjasama untuk beberapa kegiatan sosial lainnya. Ia pun sering mendapat caci maki, hingga difitnah. Namun ia tidak menyerah, bahkan berhasil membangun budidaya maggot untuk mengolah sampah di kampungnya. Sekarang, kampung dimana Abdul tinggal berhasil menjadi kampung percontohan dan dirinya ditunjuk untuk membina desa sekitar untuk mencontoh keberhasilannya dalam mengembangkan kampungnya.