KAMI BERANI MELAWAN

TAYANG : MINGGU, 8 AGUSTUS 2021 PKL 19.05 WIB

Di tengah pertarungan kita melawan covid-19 yang sedang melanda negeri ini, Kick Andy mengajak sebentar pada masalah yang tidak kalah penting yakni meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan di tengah pandemi ini. Baik kekerasan dalam rumah tangga maupun kasus kekerasan seksual. Beberapa hari lalu ada kabar yang mengenaskan dari manado, dimana ada seorang gadis penyandang disabilitas berusia 15 tahun diperkosa oleh 8 laki-laki dewasa dalam waktru 2 hari. Sungguh biadab!. Karena itu sulit bagi kita untuk pura-pura menutup mata terhadap kejadian tersebut. Dalam episode Kick Andy Kami berani Melawan! ini kami akan mengajak pemirsa untuk peduli pada masalah kekerasan terhadap perempuan khususnya kekerasan seksual yang tengah marak terjadi di tengah pandemi covid-19 ini.

Narasumber pertama kami menghadirkan Wakil Komnas Perempuan Mariana Amiruddin untuk mengetahui seberapa banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi. Melalui laman https://komnasperempuan.go.id/ dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan yang diperbaruhi pada 2021, disebutkan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2020 sebesar 299.911 kasus. Terdiri dari kasus yang ditangani oleh: Pengadilan Negeri/Pengadilan Agama sejumlah 291.677 kasus. Lalu Lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sejumlah 8.234 kasus. Dan Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR) Komnas Perempuan sebanyak 2.389 kasus, dengan catatan 2.134 kasus merupakan kasus berbasis gender dan 255 kasus di antaranya adalah kasus tidak berbasis gender atau memberikan informasi. Tahun 2020 meskipun tercatat terjadi penurunan pengaduan korban ke berbagai Lembaga Layanan di masa pandemic, dengan sejumlah kendala sistem dan pembatasan sosial, Komnas Perempuan justru menerima kenaikan pengaduan langsung yaitu sebesar 2.389 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 1.419 kasus, atau terdapat peningkatan pengaduan 970 kasus (40%) di tahun 2020, hal ini disebabkan Komnas Perempuan menyediakan media pengaduan online melalui google form pengaduan. Mariana juga menggaris bawahi bahwa kasus incest atau perkawinan sedarah sejak tahun 2018-2019 tiba-tiba saja menanjak. Pelakunya paling banyak adalah ayah, paman, saudara laki-laki dan juga kakek. “Kami pernah catat, melonjaknya itu karena semakin banyak yang mendaftar dan sudah tidak merasa malu lagi. Karena itu mengancam anak-anak. Biasanya laporan datang dari ibunya. Ketika pancemi ini laporan kekerasan berbasia online cukup banyak terdata, termasuk pelecehan seksual melalui dating online. Mariana mencontohkan, kasus yang masuk seperti ancaman antara pasangan yang belum menikah hingga pinjaman online yang membagikan foto-foto seksual. Menurut Mariana, minimnya proses hukum dalam penanganan kasus kekerasan seksual menunjukkan bahwa aspek substansi hokum yang ada, tidak mengenali sejumlah tindak kekerasan seksual. Selain itu, definisi hukum yang terbatas dengan aturan pembuktian juga sangat membebani dan seringkali menyalahkan korban. Hal ini telah menjadi kendala utama dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Lebih lanjut Mariana menyampaikan, ketiadaan dan tertundanya payung hukum yang memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual merupakan sebuah pengabaian dan melanggar hak konstitusi Perempuanan.

Dalam episode ini Kick andy juga menghadirkan penyintas pemerkosaan bernama Maria Immaculate. Maria bersedia menjadi narasumber di Kick Andy tanpa ada paksaan. Saat ini Maria sudah berani berbicara ke public mengenai kasus pemerkosaan yang pernah dialaminya. Maret 2013 menjadi masa kelam bagi Maria. Saat itu usianya baru 18 tahun. Ia menjadi korban pemerkosaan sepulang dari kampusnya Universitas Indonesia, di Depok. Dengan tegar ia menceritakan saat itu terjadi sekitar pukul 23.00, seperti biasa ia berjalan melewati gang samping stasiun. Tapi malam itu berbeda, Maria ingat ada lima orang yang melecehkannya, beberapa diantaranya masih ia ingat wajahnya. Maria mengaku tidak asing dengan pelaku pelecehan tersebut, disebutnya pelaku sering nongkrong di dekat rumahnya. Ia mencoba mengingat kembali ingatan buruknya, malam itu ia tidak tahu harus berbuat apa. Baru akhir 2019, Maria baru mampu menceritakan kejadian utuh pelecehan pada dirinya. Hal itu terjadi karena selama 2013 hingga 2019 ia menolak untuk mengingat peristiwa kelam itu. Perempuanan 26 tahun ini seakan kembali mencari dirinya yang telah hilang. Dulu ia berusaha untuk melupakan dan berpikir tidak terjadi apa-apa. Namun pada November 2019 ingatannya muncul, banyak kejadian yang memicunya, seperti ketika dosennya sedang bercerita tentang kasus psikologi korban pelecehan seksual yang takut dengan lelaki dengan ciri-ciri khusus atau karakteristik seperti pelaku. Akibatnya korban menjadi takut jika bertemu dengan lelaki yang memiliki karakteristik tersebut. Proses mengingat kembali kejadian buruk yang ingin dihapusnya, ia lewati dengan berbagai terapi dan meditasi. Pasca cerita kelam itu, Maria melihat kepribadiannya berubah, gejala anxiety mulai muncul, hingga perlahan 2015 saat masih duduk di bangku kuliah semester 6 ia depresi. Barulah pada Desember 2019, Maria ingat betul saat itu di hari ulang tahunnya ia diingatkan untuk bercerita pada orangtua dan keluarganya. Tidak mudah bagi Maria untuk mengungkap ceritanya kepada public. Pertama ia berani bicara melalui akun Instagram pribadinya, lalu mendapat banyak respon positif baik dari rekan psikolog atau orang asing yang merasakan hal sama sepertinya. Ia pun lalu membuat sebuah buku digital berjudul A Night To Remember, yang berisi puisi-puisi dari curahan hatinya.

Terakhir Kick Andy menghadirkan founder komunitas Perempuan Rika Rosvianti yang juga pernah mengalami kasus pelecehan seksual di tarnsportasi umum. Salah satu pengalaman yang paling diingat Neqy—panggilan Rika Rosvianti, ialah pengalaman bersama seorang temannya di sebuah halte bus. Malam itu, mereka dihampiri oleh seorang exhibisionist (seseorang yang gemar menunjukan alat kelaminnya untuk mendapat kepuasan seksual). Sambil mengingat-ingat, ia mengatakan kalau pria paruh baya itu menghampiri mereka dan menunjukan alat kelaminnya. Hal di atas hanya secuil cerita Neqy tentang pelecehan seksual yang ia alami. Namun pengalaman itu lah yang membuatnya membuka obrolan untuk beraksi lawan pelecehan seksual. Dan terpikirkan untuk membuat komunitas bernama PerEMPUan pada tahun 2011. Awalnya PerEMPUan memanfaatkan media sosial twitter untuk memberikan tips. Kumpulan tips yang mereka sajikan melalui timeline twitter pun dijadikan booklet untuk disebarluaskan gratis secara online, sehingga dapat diunduh oleh siapa saja dan kapan saja. (end)