JERITAN HATI DARI BALIK LAYAR

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Kali ini kick andy akan bercerita tentang ungkapan hati atau suara hati yang disampaikan melalui film.

Yang pertama film “Semesta” yang di produseri oleh Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin film ini berkisah tentang tujuh sosok di tujuh provinsi Indonesia yang bergerak memelankan dampak perubahan iklim. Para sosok ini merawat alam Indonesia atas dorongan agama, kepercayaan dan budaya masing-masing. Dalam agama misalnya, kita belajar perspektif agama di antaranya Islam, Kristen, dan Hindu tentang hubungan manusia dengan alam. Adapula cara para perempuan turut menjaga alam dengan caranya. Hadir juga pemeran dalam film tersebut yaitu Soraya Cassandra Soraya Cassandra adalah petani kota pendiri Kebun Kumara, Jakarta. Ia melakukan kampanye prinsip-prinsip belajar dari alam yang secara kreatif mengubah tanah di kota menjadi hijau kembali.

Lalu film yang kedua adalah “Tak Ada Yang Gila di Kota Ini” karya sutradara muda Wregas Bhanuteja film “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” sendiri mengisahkan tentang penangkapan orang-orang yang disebut masyarakat itu gila, dengan latar sebuah kota kecil di Pantai Selatan Jawa. Orang-orang itu akan dibuang ke hutan agar para turis yang datang tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka.

Dan film yang ketiga adalah “Istirahatlah kata kata” Film ini merupakan sebuah film drama biografi tentang perjalanan kisah Wiji Thukul di era pemerintahan Soeharto.Film ini disutradarai dan ditulis Yosep Anggi Noen. Istirahatlah Kata-Kata bercerita tentang kisah Wiji Thukul, seorang penyair yang karya-karyanya kritis terhadap ketidakadilan penguasa.

Puisi-puisi Wiji Thukul yang selalu lugas dan lantang justru membuat dirinya mengalami berbagai kesulitan dalam kehidupannya. Saat sebuah kerusuhan pecah di Jakarta pada Juli 1996, Wiji Thukul dan beberapa aktivis pro-demokrasi akhirnya ditetapkan sebagai pemicunya. Wiji pun lalu melarikan diri ke Pontianak dan tinggal selama 8 bulan di sana. Ia kerap berpindah-pindah rumah karena statusnya sebagai seorang buronan. Film ini memperlihatkan kondisi pelarian Wiji Thukul yang dipenuhi dengan rasa ketakutan, dan sampai saat ini pun masih menjadi pertanyaan bagaimana nasibnya dan keberadaannya apakah masih hidup atau sudah meninggal.

Dalam episode ini akan ada kejutan dari Andy F noya untuk orang yang terispirasi dari tayangan tayangan kick andy kejutan apa yang akan di berikan? Saksikan minggu 26 juli 2020 pkl.19.50 wib.