JALAN ILAHI

Tayang Minggu 16/05/2021 Pkl.19.05 wib

 

Banyak cara untuk menyampaikan hal – hal baik atau perbuatan baik dengan caranya masing – masing, berdakwah dengan cara yang tidak tradisional. Umumnya, mereka menarget kaum muda agar lebih serius pada agama tanpa membuat mereka merengut.Narasumber kali ini adalah mereka yang menyampaikan hal – hal baik dengan cara yang unik atau tidak biasa bahkan mereka juga selalu melakukan kegiatan social untuk membantu sesame. Seperti apa caranya dan apa yang mereka lakukan ?


Yang pertama adalah Husein Ja’far Al Hadar berdakwah diiringi musik, kerap dituding tidak serius. Berdakwah melibatkan komedian, dianggap nyeleneh. Berdakwah dengan menampilkan pemuda tersesat, menuai gelengan. Namun, bagi Husein Ja’far Al Hadar, semua adalah jalan dakwah, perkara serius yang ia tekuni dalam beberapa tahun ini.

“Misi dakwahnya justru dominan sebenarnya. Adapun canda yang dibawakan oleh stand-up komedian ataupun musik yang dibawakan oleh musisi-musisi yang saya ajak, itu hanya untuk mencairkan suasana dan untuk membuat delivery dakwahnya semakin mengena,” ujar pria berusia 32 tahun itu.Husein mulai berdakwah lewat tulisan belasan tahun silam. Seiring berkurangnya minat baca pada media cetak, santri pondok pesantren tradisional Bangil, Jawa Timur itu, kemudian merambah media digital dan sosial.

Ia juga mengajak Majelis Lucu Indonesia, membuka panggung bagi pemuda tersesat, aktif dalam gerakan Islam Cinta, dan berdialog antaragama.Gaya penyampaiannya yang tenang dan santai membuat anak muda, yang menurut Husein bukan pemuda masjid, berani mengajukan pertanyaan terkait Islam. Selain itu Husein Ja’far Al Hadar membuat Celengan Pemuda Tersesat -Solidaritas Bantu sesama, ya capaign ini di inisiasi oleh Habib Husein Ja’far Al-hadar. Celengan Pemuda Tersesat, adalah wadah untuk para pemuda-pemudi yang ingin mengajukan bantuan untuk Bimbingan Psikologis, Biaya Pendidikan, dan Modal Usaha.

Narasumber yang berikutnya adalah Alfie Alfandy pendiri Bikers Dakwah berawal sejak Alfie Alfandy (founder) haus akan mencari ilmu dalam hijrahnya hingga ke negeri Hadramaut Yaman serta mendapatkan bimbingan dari seorang guru Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Habib Kadzim Assegaf dan Habibana Ahmad bin Ali bin Abdurrahman Assegaf yang mengutipkan pesan “Alfie, berdakwalah di tempat mu (pergaulanmu, temanmu), berdakwalah di tempat yang haus akan ilmu”. Dengan dorongan niat yang kuat untuk terus belajar dan memberikan sepercik manfaat terutama untuk lingkungan sekitar melalui hobi salah satunya motor, terbentuklah wadah dakwah yang didirikan yakni bernama Bikers Dakwah hadir untuk semua jenis motor, semua memberclub, semua orang yang memiliki niat untuk belajar bersama.


Konsep kami adalah dakwah dengan pendekatan persuasif di kalangan bikers. Kami berharap dapat merangkul dan mengajak bikers untuk menjadikan hobinya, kendaraan bermotornya, menjadi kendaraan menuju Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tiga program rutin Bikers Dakwah yang sudah berlangsung selama satu tahun ini, adalah Kopdar Bikers Dakwah (KOPDAR), Subuh Morning Ride (SUBMORI) dan Bikers Ngaji.

Dengan mengusung tema‘‘Rangkul menjadi Saudara“. Bikers Dakwah mengajak semua pecinta motor untuk saling membantu terhadap sesamanya yang sedang kesulitan. Terlepas apapun latar belakangnya.Bikers dakwah pun kerap melakukan Kegiatan bakti sosial (Baksos) ini merupakan aksi kedua Bikers Dakwah setelah sebelumnya juga pernah memberikan bantuan korban bencana Tsunami di Banten. Kali ini, Bikers Dakwah memberikan bantuan di kawasan Ciledug, Pasar Minggu dan Bekasi. “Salah satu program utama Bikers Dakwah adalah Millenial Bangun Masjid yang merupakan kerja sama antara Bikers Dakwah dengan Dompet Dhuafa. Jadi, kami menggalang dana dan uluran tangan saudara kita semua untuk bersama membangun sebuah masjid yang berlokasi di Puncak.

Komunitas yang dikenal dengan motto “Dirangkul Bukan Dipukul” ini, telah memiliki ribuan member aktif dan terdaftar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dan Narasumber yang terakhir adalah Superhero Beramal Saat berdakwah biasanya kita selalu diberikan nasehat keagamaan yang serius. Nyatanya, tak selalu kok dakwah itu harus dengan gaya yang monoton atau keras. Belum lama ini, komunitas yang dinamakan Superhero Beramal ini melakukan dakwah di Masjid Nurul Hayat. Para pendakwah yang mengenakan cosplay seperti Naruto maupun Thor ternyata menarik perhatian anak-anak dan remaja.

Tak tanggung-tanggung, ustaz yang memberikan ceramah pun ikut menggunakan kostum tokoh Naruto. Oleh karena kostumnya, Ustaz bernama Marzuki Imron tersebut sampai dipanggil Ustaz Naruto oleh anak-anak yang hadir.komunitas Superhero Beramal ini sudah diterima, sebelumnya mereka sempat dianggap bid’ah dan tak sejalan dengan apa yang sudah Islam ajarkan (memakai cosplay di masjid itu dianggap tak sopan).

Selain itu Superhero Beramal juga banyak melakukan kegiatan – kegiatan sosial seperti pengajian rutin, BERKAH (Berfoto Sambil Sedekah), serta kegiatan lain seperti donor darah dan menggalang dana untuk kemudian diberikan kepada mereka yang membutuhkan.