“IBU RUMAH TANGGA PLUS-PLUS”


MINGGU, 3 JULI 2022 PKL 21.05 WIB


Masih banyak ibu rumah tangga yang malu ketika ditanya apa pekerjaannya. Pasalnya status sebagai Ibu Rumah Tangga sampai hari ini masih dinilai tidak keren, bahkan cenderung dipandang sebelah mata. Tapi, apakah semua perempuan bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik? Belum tentu. Sebab mengurus suami,anak, rumah, dan semua urusan rumah tangga bukan perkara mudah. Karena itu Kick Andy mengundang perempuan-perempuan ibu rumah tangga hebat yang memiliki nilai plus-plus dimana di tengah kesibukan mereka melayani suami, anak, membersihkan rumah dan pekerjaan rumah tangga lainnya,  mereka juga melakukan kegiatan sosial kemanusiaan guna menolong sesama. Siapa mereka, apa yang mereka lakukan? Narasumber pertama yaitu Margareta Sofyana seorang ibu rumah tangga , ibu dari 3 orang anak punya moto dalam hidup “membantu orang lain itu tidak perlu kaya, berikan apa yang kita punya, kalau kita punya semangat, berikan semangat itu agar orang lain merasakan, tergerak dan merasa berharga, Saya tidak hiraukan keterbatasan yang saya miliki, saya hanya ingin jadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.” Sosok yang akrab disapa Ibu Rita ini bukanlah dokter atau tenaga medis. Ia hanyalah warga biasa yang melihat masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, punya kesadaran yang rendah akan kesehatan. Ia akhirnya tergerak menjadi Kader Paliatif, yang memberikan perawatan pada pasien-pasien yang tidak bisa lagi mendapat pengobatan medis. Sering berinteraksi dan merawat pasien yang sudah ada pada stadium akhir, membuatnya berkali-kali lebih peka terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya. Maka dari itu, Ia ingin akses kesehatan bisa dinikmati secara adil oleh semua kalangan. Dedikasi Ibu Rita sebagai kader kesehatan terlihat jelas ketika memberikan edukasi kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kesehatannya. Ia rela terjun langsung ke wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan khusus, mulai dari pasar hingga area lokalisasi dan diskotik. Ibu Reta menjelaskan kepada mereka yang rentan akan resiko penyakit tertentu dengan sabar dan telaten, untuk melakukan langkah-langkah preventif bahkan tindakan kuratif. Ia juga membantu masyarakat dalam proses mengurus kartu jaminan kesehatan, supaya dapat menikmati fasilitas kesehatan yang layak apabila dibutuhkan. Dalam melakukan kegiatan di atas, Ibu Rita pernah mengalami kekerasan fisik dan verbal. Ibu Rita tak pernah patah semangat, di tengah kesibukannya megurus suami dan 3 orang anaknya, ibu Rita pantang menyerah.


Narasumber berikutnya yaitu Ibu Chevie Mawarti Setianingrum, Ibu rumah tangga dengan 4 orang anak sekaligus pemilik Arnetta Craft sebuah usaha kerajinan tangan yang berasal dari limbah sampah dan minyak jelantah yang diubahnya menjadi barang bernilai tinggi.  Ibu Chevie memiliki moto dalam hidup “Saya ingin para perempuan terutama para ibu rumah tangga memiliki kesadaran untuk menjadi lebih maju, percaya diri, dan berdaya melalui kerajinan,” begitulah pesan yang disampaikan oleh Ibu Chevie Mawarti selaku pemilik Arnetta Craft. Tugas sebagai ibu rumah tangga tidak menghentikan Ibu Chevie untuk terus berkarya. Ibu Chevie juga menjelaskan bahwa Ia ingin melakoni bisnisnya tak semata-mata hanya sebagai pengisi waktu luang. Ia bertekad untuk fokus mengembangkan usahanya. Tekad ini dibuktikan ketika Ia beralih membentuk merek Arnetta Craft yang fokus pada produk kerajinan. Dengan usahanya, kini Ibu Chevie mampu untuk membuat produk kerajinan tangan yang berkualitas dan memberdayakan perempuan agar mandiri secara ekonomi di tengah kesibukannya mengurus suami dan 4 anak orang anaknya. Dengan pengetahuan yang di dapat Ibu Chevie secara otodidak melalui youtube ia juga tidak pelit ilmu untuk menyalurkan ilmunya kepada puluhan perempuan yang tergabung di dalam Arnetta Craft, mereka dapat membuat karya kerajinan yang berdaya saing. Tak hanya itu, kerajinan yang dibuat juga menjadi upaya pengelolaan limbah yang efektif. Misalnya limbah restoran cepat saji yang diubah menjadi produk lampion dan limbah minyak jelantah yang dijadikan sabun siap pakai. Ibu Chevie juga menyalurkan ilmunya tanpa pandang bulu. Ia dengan senang hati memberikan pelatihan kepada para tahanan Lapas Wanita Pondok Bambu, anak-anak yatim piatu di Yayasan Lazisna, hingga penyandang disabilitas di Loka Bina Karya Malaka. . Puluhan lebih para perempuan bergabung di Arnetta Craft dan bahkan ada beberapa yang sudah membuka usaha sendiri berkat mengikuti pelatihan yang dilakukan Chevie Mawarti. Dana pelatihan yang dilakukan Ibu Chevie selain diperoleh dari donatur, juga dari keuntungan penjualan Arnetta Craft 20 persen diambil untuk kegiatan sosialnya.


Terakhir yaitu Ibu Tri Purwasih, seorang single parents, ketua RT yang secara sukarela membina remaja nakal yang hobi tawuran, narkoba, seks bebas dengan membuka pelatihan music, otomotif, youtube, kejar paket A dan membujuk anak-anak untuk kembali ke sekolah. Ibu Tri Purwanti yang akrab disapa Madam Puri prihatin dengan keadaan anak-anak dan remaja di lingkungannya, di kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Di sana banyak anak dan remaja yang terlibat masalah hukum. Seperti tawuran, mabuk-mabukan, narkoba, begal, bahkan seks bebas. Sebagai seorang single parent, Madam Puri melihat remaja di sekitar layaknya anaknya sendiri, yang ingin ia jaga masa depannya dan hidup lebih positif. Lalu Madam Puri membina mereka dengan penuh kesabaran dan keiklasan dengan memberikan berbagai kegiatan positif, seperti pelatihan musik, otomotif, membuka program kejar paket, pelatihan youtube, bank sampah, sanggar belajar dan banyak lagi. Madam Puri pernah terpilih menjadi salah satu Ketua RT terbaik di DKI Jakarta pada tahun 2017. Beliau juga aktif menjadi kader paliatif dan membantu sosialisasi mengenai HIV/AIDS. Sambil mengurus 4 orang anaknya Madam Puri tak pernah patah semangat, dan banyak dari anak-anak binaanya yang kembali ke jalan yang benar meskipun butuh perjuangan panjang untuk menasehati anak-anak binaanya itu. Madam Puri merasa bertanggungjawab atas apa yang dilakukan anak-anak binaanya tersebut.