GARA-GARA GAME

TAYANG 7 NOVEMBER 2021 pkl 19.05 WIB

Di era ini, banyak terjadi perubahan terutama dalam bidang teknologi. Hal ini memberi dampak kepada kehidupan masyarakat, termasuk dalam pemilihan karir. Masa kecil narasumber dalam episode ini tidak lepas dari kegemarannya dalam bermain game. Walaupun game seringkali diasosiasikan dengan hal negatif, ketiga narasumber berhasil membuktikan bahwa mereka dapat menjadi orang berhasil memanfaatkan kegemarannya dan menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing,

Arief Widhiyasa, pemuda berumur 34 tahun ini sangat menyukai bermain game sejak kecil. Bahkan ia menyebut dirinya sebagai pemain hardcore, dimana ia menghabiskan banyak waktu untuk bermain, bahkan tidak jarang mengorbankan waktu tidurnya untuk menyelesaikan permainan yang sedang ia mainkan. Namun, kecintaannya terhadap game membuat dirinya bercita-cita untuk membuat permainan sendiri. Pada tahun 2009, saat Arief menginjak tahun ke 4 perkuliahan, ia bersama 17 orang lainnya yang juga mahasiswa bersatu untuk membuat perusahaan game developer. Sekarang, perusahaan yang dinamakan Agate Studio ini menjadi rumah bagi 250 game developer. Puluhan prestasi telah diraih oleh perusahaan ini baik dalam skala nasional maupun internasional. Agate Studio bahkan sudah melakukan kolaborasi dengan perusahaan game besar di dunia seperti Square Enix, dan berhasil dinobatkan menjadi perusahaan game terbesar di Indonesia.

Narasumber kedua merupakan pemain eSport asal Indonesia yang sudah berkarir di dunia eSport internasional. Hansel Ferdinand atau dikenal sebagai BnTet menjadi bagian dari tim eSport berbasis di rusia, EXTREME. Pemuda berumur 26 tahun ini menghabiskan masa kecilnya di warung internet (warnet) bersama sang kakak untuk bermain bersama. Ia bahkan sudah bercita-cita untuk bisa terus bermain game sepanjang hidupnya. Pintar mengatur waktu menjadi kunci Hansel untuk bisa tetap berprestasi di sekolah. Mengawali karirnya dari tim lokal, hingga direkrut oleh salah satu tim eSport terbesar di Asia, Tyloo, karir Hansel terus menanjak. Ia sering disebut-sebut sebagai pemain eSport terbaik se Asia dalam kategori permainan Counter Strike: Global Offensive. Dengan jiwa kompetitifnya, hingga saat ini Hansel tetap berusaha untuk menjadi lebih baik.

Dan narasumber yang terakhir adalah Teguh Aprianto, founder dari Ethical Hacker Indonesia yang merupakan perkumpulan dari para white hacker di Indonesia. Menghabiskan waktu bermain game sejak remaja, membuat ia memiliki ketertarikan akan dunia informatika. Ia mempelajari coding secara otodidak dan membuat cheat untuk permainan dan ia perjual belikan untuk mendapatkan uang. Sejak itu ia mulai terjerumus dalam dunia hacking. Dimulai dari menghack akun warnet agar ia tidak perlu membayar, hingga meretas situs-situs yang memiliki minim proteksi. Namun, ia menemukan titik balik saat ia melihat seorang anak yang harus ditangkap karena melaporkan kelemahan sebuah website. Ia pun memutuskan untuk menjadi seorang White Hacker dan mendirikan komunitas untuk para White Hacker yang memiliki niat baik untuk memberikan informasi kepada pemilik situs yang memiliki celah untuk diretas. Teguh pun sering menyuarakan mengenai pentingnya melindungi situs-situs, hingga memberikan program pelatihan kepada masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam dunia programming dan coding, agar tidak terjerumus ke kegiatan negatif.

Dalam episode ini kami juga mengundang Rhenald Kasali sebagai co-host yang memberikan perspektif akan pandangan masyarakat mengenai game yang sering diasosiasikan dengan hal negatif, memperkenalkan era disrupsi yang merubah sudut pandang masyarakat, pekerjaan baru yang tercipta dalam era ini dan bagaimana masyarakat khususnya orangtua menanggapi perubahan yang terjadi untuk mendidik anak-anaknya mengikuti perkembangan zaman.