EKSPEDISI PLANET BIRU



TAYANG, MINGGU, 10 JULI PKL 21.05 WIB


Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian dan ekosistem wilayah pesisir. Aktifitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang berlebihan memperparah kerusakan lingkungan. Kesadaran akan perubahan iklim ini telah disadari sejumlah orang dan mereka mengkampanyekan dampak perubahan iklim pada kehidupan manusia. Mereka juga mengkampanyekan perlunya menjaga lingkungan.

Nova Ruth Setyaningtyas dan suaminya Grey Filastine melakukan pelayaran dari Rotterdam, Belanda ke Indonesia dengan kapal layar yang diberi nama Arka Kinari. Nova, Grey dan kru Arka Kinari berangkat dari Rotterdam pada bulan Agustus 2019 dan sampai di Indonesia pada September 2020. Selanjutnya, mereka melakukan pelayaran ke sejumlah daerah di Indonesia dan akan melakukan pelayaran keliling dunia.  

Saat singgah di beberapa pelabuhan, mereka menggelar pertunjukkan serta menyampaikan visi mereka tentang krisis iklim, peradaban yang akan kembali ke gaya hidup nomaden, dan menawarkan gagasan laut sebagai kunci umat manusia selamat dari kiamat iklim. Pertunjukan mereka digelar di atas air dengan menyulap dek kapal sebagai panggung pentas musik, sementara layar menjadi latar visual sinematik menggambarkan ramalan tentang kehidupan masa depan. Penonton dapat menikmati pentas mereka dari pelabuhan. Nova dan Filastine seakan mengajak penonton ke masa lalu, saat pelabuhan masih menjadi pusat keramaian dan ruang pertukaran budaya utama manusia. Pelayaran ini juga merekontruksi jalur rempah.

Sementara, Prigi Arisandi dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton)  melakukan Ekspedisi Sungai Nusantara. Ekspedisi ini adalah perjalanan mengunjungi sungai-sungai di Indonesia yang merupakan kolaborasi antara peneliti, jurnalis, dan komunitas untuk memeriksa kesehatan sungai di Indonesia. Adapun tim Ekspedisi Sungai Nusantara, yakni Prigi Arisandi dan Amiruddin Mutaqqin. Mereka mengendarai sepeda motor dan akan mendatangi 68 sungai, mulai dari Sumatera hingga Papua. Ekspedisi ini mengajak masyarakat untuk menjaga sungai, menegaskan peran negara untuk memelihara dan memulihkan sungai-sungai di Indonesia. Ekspedisi ini dimulai pada bulan Maret 2022 hingga satu tahun ke depan.

Sebelumnya Ecoton bekerja sama dengan Watchdog melakukan Ekspedsi 3 sungai pada bulan Januari 2022 hingga Maret 2022 dengan tujuan yang sama dengan ekspedisi Sungai Nusantara. Tiga sungai yang mereka teliti adalah Sungai Brantas, Jawa Timur, Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah dan Sungai Citarum, Jawa Barat. Dari ekspedisi ini mereka menemukan bahwa 3 sungai tersebut telah tercemar sementara ketiga sungai tersebut menjadi sumber air baku peusahaan air daerah.***