DOKTER-DOKTER PAHLAWANKU

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Kick Andy tidak bosan-bosannya mengangkat kisah para dokter inspiratif yang jiwanya terpanggil untuk mengabdi kepada masyarakat. Lebih dari sekedar ingin mengobati masyarakat, ketiga dokter yang menjadi narasumber Kick Andy pada episode “Dokter-Dokter Pahlawanku” ini rela menyusuri pelosok negeri demi menolong orang-orang yang membutuhkan bantuannya.

Salah satu dokter yang berjiwa sosial tinggi adalah Agus Ujianto, seorang Dokter Spesialis Bedah. Dokter lulusan Universitas Diponegoro, Semarang ini lebih dikenal masyarakat sebagai “dokter blusukan”, karena Agus memang gemar blusukan ke desa-desa untuk mengobati pasien. Kegemarannya untuk terjun langsung ke lingkungan masyarakat sudah ia lakukan sejak duduk di bangku SMA, yang mana pada saat itu Agus sering bertemu dengan orang-orang jalanan dan orang-orang pincang. Hal ini lah yang membuat Agus bertekad untuk menjadi seorang dokter agar dapat menolong mereka yang membutuhkan. Dalam mengabdi ke daerah-daerah pelosok, Agus ditemani oleh para relawan yang tergabung dalam komunitas yang ia dirikan sendiri, yaitu Sukarelawan Unjuk Indonesia Jaya. Agus Ujianto sangat mensyukuri profesinya karena tidak hanya membantu orang-orang yang ada di pelosok negeri, namun Agus juga berkesempatan untuk melakukan bakti sosial di beberapa negara seperti Filipina, Meksiko dan Istanbul. 

Tidak hanya mengundang “dokter blusukan”, namun pada episode kali ini Kick Andy juga menampilkan sosok “dokter bencana”, yaitu Louisa Ariantje Langi. Dokter Umum yang merupakan lulusan Ahli Gizi Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta ini telah mengabdi pada bangsa untuk menolong masyarakat korban bencana alam di berbagai daerah. Dokter yang juga merupakan seorang dosen di Fakultas Kedokteran UKI ini pernah terbang ke Atambua, Nusa Tenggara Timur untuk melayani para pengungsi korban kerusuhan akibat perpecahan Indonesia dan Timor Leste pada tahun 1999 silam.  Louisa juga pernah menolong para korban gempa di berbagai daerah seperti Aceh, Lombok dan Nepal dalam kondisi gempa susulan sedang berlangsung. Bagi Louisa Ariantje Langi, kuatnya keinginan untuk menolong sesama mengalahkan segala rasa takutnya.

Dokter pahlawan bangsa selanjutnya adalah Maria Louisa Rumateray, seorang Dokter Umum yang disebut sebagai “dokter terbang”. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, Maria langsung kembali ke tanah kelahirannya di Wamena, Papua. Di sana, Maria tergabung dalam Yayasan Baliem Mission Center sebagai manager khusus untuk medical. Yayasan tersebut telah memiliki jadwal kunjungan ke berbagai daerah di Papua, maka dari itu Maria mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang-orang Papua, khususnya di daerah pelosok yang bahkan tidak dapat dijangkau dengan transportasi darat. Dikarenakan medan yang ia lalui begitu sulit lantaran banyak bukit yang menjulang tinggi, Maria selalu menggunakan helikopter untuk menempuh perjalanan. Selain itu, beberapa tantangan yang Maria dihadapi dalam misi pengabdian ini adalah terhambatnya komunikasi yang terjalin dengan masyarakat karena perbedaan bahasa yang digunakan dan banyak warga Papua yang masih takut untuk minum obat. Meski begitu, Maria Louisa Rumateray tak akan gentar untuk menentang berbagai tantangan demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi tanah Papua. (Meutia Elfrida).