DARAH KEMANUSIAAN

Tayang, 14 Februari 2021 pukul 19.05 WIB


Setetes darah sangat berharga bagi keselamatan nyawa seseorang. Banyak cerita bagaimana setetes darah dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Tetapi, banyak juga cerita berapa banyak orang akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena terlambat mendapatkan bantuan darah.


Kematian seorang tetangga yang terkena demam berdarah saat hamil mendorong Michael Octaviano Alexander mendirikan Blood for Life Foundation pada tahun 2010. Blood for Life Foundation (BFLF) adalah sebuah yayasan yang salah satu kegiatannya menyediakan darah bagi kemanusian secara gratis. Michael dan para relawan kadang harus mencari pendonor darah hingga dini hari karena esok paginya darah tersebut dibutuhkan seseorang. BFLF juga menyediakan rumah singgah dan antar jemput pasien yang memerlukan perawatan secara rutin diantaranya penderita thalasemia. BFLF telah hadir di seluruh wilayah Aceh dan sejumlah propinsi di Indonesia. Michael berharap BFLF hadir di seluruh Indonesia sehingga dapat membantu lebih banyak orang.


Sementara pengalaman yang dialami Mukri menegaskan betapa pentingnya darah bagi keselamatan jiwa seseorang. Mukri harus berpacu dengan waktu untuk mencari darah bagi istrinya yang dirawat di sebuah rumah sakit di Palembang, Sumatera Selatan. Darah yang dibutuhkan istri Mukri termasuk darah langka yakni golongan AB rhesus negatif. Berkat usahanya yang gigih dan bantuan banyak orang, Mukri dapat menemukan pendonor darah golongan AB rhesus negatif. Istri Mukri selamat.


Bagi anda yang masih ragu untuk donor darah, pengalaman Irawan Mulyanto atau yang akrab dipanggil Iwa dapat menjadi inspirasi. Iwa telah melakukan donor darah sejak berumur 18 tahun. Pada umur 26 tahun, Iwa mengalami kebutaan karena penyakit glukoma, namun kondisi itu tidak menyurutkannya untuk terus donor darah hingga kini. Kini Iwa berumur 46 tahun dan tercatat Iwa telah melakukan donor darah sebanyak 100 kali. Iwa berharap dapat terus melakukan kebaikan dengan cara donor darah.


Amanat sang anak, Lula yang meninggal karena penyakit leukemia dipenuhi oleh Zulyan Kotahatuhaha dengan membentuk Yayasan Laskar Aferesis Berbagi. Kegiatan yayasan ini diantaranya membantu menyediakan trombosit bagi orang yang membutuhkan terutama anak-anak dengan kanker salah satunya leukemia secara gratis. Dengan anggota 500 orang relawan, mereka secara rutin mendonorkan trombosit bagi yang membutuhkan. Mereka juga melakukan edukasi dan sosialisasi terkait donor darah trombosit. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari Kick Andy kali ini, jadi jangan lewatkan ya. ***