CALON PENGHUNI SURGA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Kick Andy kali ini mengangkat cerita tentang orang-orang yang meskipun kehidupan mereka sederhana atau pun sakit berat, mereka masih mau membantu sesama, sekalipun ia juga butuh biaya pengobatan besar untuk dirinya atau pun butuh biaya hidup untuk keluarganya. Namun tak ada kata “tidak” untuk membantu sesama. Mereka adalah orang-orang baik, yang patut untuk dicontoh dan diteladani. Siapa sajakah mereka?

Narasumber pertama adalah Muhammad Wasroni seorang tukang lontong sayur yang telah membagikan hampir 2000 bungkus lontong sayur gratis kepada masyarakat kelas bawah seperti pemulung, orang jalanan, pengemudi ojek online, tukang sapu, petugas keamanan. Di masa pandemi saat ini, tak sedikit orang terpanggil hatinya untuk berbagi dan Muhammad Wasroni inilah salah satunya. Setiap pagi, pria asal Pemalang Jawa Tengah ini menjajakan lontong sayur di daerah Jakarta Selatan. Sambil menjemput rezekiwarsroni juga berbuat kebaikan. Bagi wasroni, meskipun pendapatannya berurang, hatinya tetap bahagia dengan berbuat kebaikan.

Berikutnya adalah Ahmad Marzuki seorang Office Boy (OB) yang setiap bulan selalu menyisihkan pendapatannya untuk berbagi kepada sesama. Kesulitan di masa lalu menggugah hati Ahmad Marzuki untuk selalu berbagi makanan gratis kepada fakir miskin. Tak hanya itu saja, sejak merantau ke Jakarta, pria asal Lampung ini merasa sedih jika melihat para tuna wisma, pemulung dan orang jalanan berjuang untuk hidup. Di waktu libur kerja, Ahmad meluangkan waktunya untuk berbagi makanan gratis. Makanan yang dibagikan, ia siapkan sendiri, mulai dari belanja bahan makanan ke pasar, memasak, hingga menyalurkannya. Ahmad Marzuki bersama rekannya keliling Jakarta untuk membagikan makan. Kegiatan sosial yang telah dilakukan Ahmad Marzuki sejak tahun 2018 ini bahkan telah menginspirasi rekannya untuk ikut serta. Ke depannya, laki-laki yang telah mengumrohkan kedua orangtuanya ini berharap bisa terus lebih banyak berbagi ke orang yang membutuhkannya.

Terakhir yaitu seorang perempuan berusia 24 tahun bernama Fikhi Ikrimah Wati yang tengah menderita sakit kanker payudara dan kanker paru-paru stadium 3. Meskipun dalam keadaan sakit Fikhi tetap memiliki semangat hidup dan peduli kepada sesama untuk selalu berbagi. Melalui usaha makanan ringan “Jajanan Bu Gundul” yang dijualnya secara online, Fikhi masih menyisahkan hasil penjualannya untuk disumbangkan kepada sesama pejuang kanker, sekalipun Fikhi juga masih butuh biaya pengobatan untuk dirinya. Ke depannya Fikhi memiliki cita-cita mulia yaitu untuk memiliki Yayasan Peduli Kanker. (end)