BUMI RUMAH KITA

TAYANG : MINGGU, 24 OKTOBER 2021 PKL 19.05 WIB


Bumi adalah rumah bersama umat manusia. Jika bumi rusak dan tidak bisa dihuni lagi kemana kita akan pergi. Hingga kini belum ditemukan planet lain yang dapat dihuni manusia. Maka menjaga bumi sebagai tempat yang layak untuk dihuni menjadi tugas setiap manusia. Sayangnya masih banyak orang yang aktifitasnya merusak lingkungan. Namun banyak juga yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan diantaranya yang menjadi tamu Kick Andy kali ini. Kita patut angkat topi pada Andrew Ananda Brule. Pemuda berusia 17 tahun ini sangat peduli akan kelestarian hutan dan satwa Indonesia. Bersama sang ayah, Aurelien Francis Brule atau yang lebih dikenal dengan nama Chanee Kalaweit, Andrew sering berpatroli di hutan Kalimantan untuk mencegah pembalakan liar. Chanee dikenal sebagai aktivis lingkungan yang peduli akan kelestarian hutan dan satwa. Andrew juga menularkan kepedulian terhadap hutan dan satwa khususnya pada anak muda lewat media sosial. Ia pernah membagikan pengalaman tinggal sendiri di hutan selama 24 jam lewat channel youtube-nya dan ditonton jutaan orang.

Sementara Samsudin keliling ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mendongeng. Setidaknya sudah 13 propinsi yang ia datangi sejak tahun 2016. Cita- citanya sangat kuat untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia ke generasi muda, terutama ikut berpartisipasi untuk kegiatan pelestarian satwa langka. Pendongeng keliling dari Indramayu, Jawa Barat ini mendapat penghargaan Kehati Award 2020 untuk Kategori Citra Kehati. Samsudin bermimpi dapat melanjutkan keliling Indonesia untuk menebarkan pentingnya pelestarian satwa dan isu-isu lingkungan lainnya. Melalui dongeng, Samsudin berharap anak-anak Indonesia dapat mengenal jenis satwa langka di Indonesia dan bagaimana menyelamatkan serta melestarikannya. Samsudin pun terus berdedikasi terhadap penyelamatan satwa Indonesia melalui kegiatan pengenalan tentang satwa langka dan habitatnya kepada generasi muda, dan juga kegiatan membangun kesadaran mengenai permasalahan lingkungan. Samsudin juga menjadi relawan saat terjadi bencana di Indonesia. Ia mendongeng sebagai bentuk trauma healing.

Di Kepulauan Seribu, Jakarta ada sosok ibu yang peduli pada kelestarian lingkungan. Ibu itu adalah Mahariah. Sejak lebih dari 15 tahun, Mahariah bersama relawan dan warga mengembangkan program ekowisata, yaitu program pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan. Kegiatan yang dilakukan antara lain penghijauan wilayah hutan mangrove dan pengelolaan daur ulang sampah yang aktif mengajak wisatawan maupun masyarakat sekitar.Mengedukasi para pelancong memang menjadi suatu tantangan, namun tantangan terberat ialah mengubah pola pikir masyarakat di Kepulaun Seribu itu sendiri. Secara perlahan dan konsisten, edukasi secara persuasif dilakukan sampai akhirnya ada perubahan pola pikir. Atas kiprahnya, pemerintah memberi Mahariah apresiasi Kalpataru tingkat provinsi tahun 2016 dan Kalpataru tingkat nasional pada tahun 2017. Kalpataru sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti pohon kehidupan dan pohon adalah simbol kehidupan atau kehidupan itu sendiri. Menjaga pohon berarti menjaga kehidupan.***