BUKAN BISNIS BIASA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Sering kali orang bingung mencari pekerjaan atau melakukan usaha yang cocok. Akibatnya waktu terus berjalan sementara pekerjaan atau rencana usaha yang hendak dijalankan tidak terealisasi.

Untuk itu Kick Andy kali ini kan mengundang tiga narasumber yang mempunyai usaha atau pekerjaan yang tidak terbayangkan sebelumnya dan tentu saja semoga bagi Anda yang sedang bingung bisa terinspirasi.

Andy Bramantyo dan Jessica misalnya. Mereka pandai menangkap peluang terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Jasa yang mereka tawarkan adalah menjadi Detektif Swasta. Pria 52 tahun ini menawarkan jasa kepada para klien jika mengalami kesulitan misalnya ada anggota keluarganya hilang, mencari barang berharga yang hilang atau soal utang piutang. Lucunya klien terbanyak justru banyak yang datang meminta bantuan mereka adalah soal perselingkuhan. Nah, disini mereka akan menguntit target layaknya di film-film Hollywood.

Tamu berikutnya adalah Bella. Wanita asal Yogyakarta berusia 25 tahun ini benar-benar tidak terbayangkan akan usaha bisnisnya. Melihat postur tubuh  dan kulitnya yang putih dan wajah cantik, wanita bernama lengkap Clara Almabella Bamanty menekuni bisnis sewa menyewa kasur. Bisnis yang dirintis sejak di bangku SMA yang penuh dengan rintangan kini berkembang pesat. Penyewa kasur menurut Bella biasanya paling banyak adalah hotel, losmen dan penginapan yang memerlukan kasur tambahan atau ekstra bed. Jumlah kasur yang jumlah awalnya cuma puluhan, kini kasur yang disewakan terus berkembang hingga menjadi 1.100 buah kasur.

Selanjutnya kita akan menampilkan Idris. Pria berusia 39 tahun ini profesi sehari-harinya adalah menjadi manusia batu atau manusia patung. Idris dan teman-temannya yang tergabung dalam sebuah komunitas ini mengecat sekujur tubuh dan pakaian sedemikian rupa hingga menyerupai patung. Nah, beberapa patung yang diperankan biasanya adalah para pahlawan seperti Bung Tomo, Jenderal Sudirman dan lainnya.

Mereka sehari-hari beraksi di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Penghasilan yang mereka terima dari para pengunjung museum yang ingin berfoto bersama manusia patung. “Lumayanlah, buat makan sehari-hari dan menyekolahkan anak”, ujar Idris yang mengaku sering diundang ke beberapa acara untuk memerankan manusia batu atau menjadi patung.