BERBEDA TAPI BERSAMA

TAYANG 28 November 2021 pkl 19.05 wib


Narasumber dalam episode ini adalah mereka para Pemuka agama muda yg akrab, harmonis dan rukun. Bahkan mereka kerap membuat konten youtube bareng, yg isinya mengajarkan kebaikan, toleransi, saling tolong-menolong kepada sesama. Mereka dalam setiap kontennya selalu nampak harmonis tanpa saling menyudutkan agamanya masing-masing. Mereka bersama berdakwah menyampaikan cerita kebaikan dengan memanfaatkan digital dan media sosial. Mereka adalah Habib Husein Ja'far Al Hadar (islam), Pendeta Yerry Pattinasarany (protestan), Biksu Suryadi (Budha).

Husein Ja’far Al-Hadar atau yang biasa disapa Habib Ja’far ini adalah pemuda berdarah Arab yang merupakan salah seorang habib yang berbeda dengan para habib yang kini sedang tenar berdakwah di media digital. Tutur kata dan nada bicaranya cenderung halus dan lembut, tidak dengan nada keras melantang ataupun meledak-ledak. Jika dilihat sekilas disalah satu chanel youtube-nya, yaitu Jeda Nulis, dalam setiap pembicaraanya, ia tak pernah lupa akan senyum lebar dalam menyelesaikan pembicaraanya. Gaya bicara yang tenang membuat pendengar merasa diayomi dan damai. Penampilannya juga begitu santai dengan pakaian ala kadarnya kaum milenial seperti memakai kaos, hem, sepatu sneakers dan celana panjang. Tidak pernah dalam setiap berdakwah di depan publik ia mengenakan jubah baju khas Arab sehingga seolah-olah ingin mempertegas bahwa dia seorang habib. Ia juga dikenal dikenal sebagai filusuf dan intelektual muda Islam lewat karya-karyanya dalam hal menulis. Belakangan di cannel Youtube-nya Habib Ja’far begitu gencar mengajak para tokoh-tokoh agama lain untuk membuat konten dengannya yang bertujuan menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama. Menariknya, setiap ada berita yang mengarah ke perpecahan antar umat beragama, Habib Ja’far selalu mengajak pemuka agama lain seperti Pendeta Yerry Pattinasarany untuk merespon berita tersebut. Henry Jacques Pattinasarany atau yang akrab disapa Yerry adalah seorang pendeta sekaligus tokoh publik, dan influencer muda. Belakangan pendeta Yerry aktif berkolaborasi dalam konten channel You Tube Habib Ja’far, di Jeda Nulis untuk mengangkat isu-isu toleransi yang ditujukan untuk semua kalangan agama atau pun kepercayaan. Selain itu, dirinya juga aktif dalam kegiatan sosial. Belakangan orang melihat pendeta Yerry bergerak dan berjuang bersama dengan tokoh-tokoh lintas iman, seperti Habib Ja’far ini untuk memperjuangkan toleransi, persaudaraan, dan kebangsaan. Keduanya sama-sama mengkampanyekan mengenai kehadiran agama harusnya yang menyejukkan dan mendamaikan. Ada pun Pendeta Yerry mengungkapkan mengenai sosok habib Ja’far di matanya adalah orang yang luar biasa, yang terkenal mendakwahkan Islam dengan cinta.

Tokoh agama selanjutnya yang turut diajak berkolaborasi bareng Habib Ja’far dan Pendeta Yerry Pattinasarany adalah seorang biksu, bernama Biksu Suryadi. Biksu Suryadi yang terlahir dari keluarga sangat sederhana, ayahnya seorang petani, sedang ibunya penjual sayur-sayuran di rumah. Meskipun terlahir dari keluarga yang sederhana hal tersebut tak membuatnya untuk putus pendidikan. Ia begitu menyukai dunia akademis, hingga saat ini ia melanjutkan jenjang magister di Universitas Driyarkarya, dan mengambil jurusan Filsafat Umum. Secara pandangan dalam memberi perpektif toleransi, sebenarnya hampir sama antara Biksu Suryadi dengan Habib Ja’far dan pendeta Yerry. Namun pendapat biksu Suryadi agak lebih tajam dalam melihat gejolak politik dan sosial yang sedang terjadi di Indonesia di mana banyak ditemui upaya-upaya provokasi untuk memecah belah umat beragama. Upaya provokasi tersebut, diakui atau tidak biasanya justru dilakukan oleh para orang terdidik yang pada hakikatnya sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bagaimana cara menjaga keharmonisan. Tapi lagi-lagi ambisi politik untuk meraih kekuasaan, biasanya menjadi faktor pemantik yang mengikis kesadarahan sehingga ia akan melakukan apa pun demi memenuhi ambisi politik yang dicita-citakannya itu.

Dalam episode ini juga akan dibahas tentang profil desa Balun, desa pancasila di Lamongan, Jawa Timur. Desa Balun masyarakatnya memiliki toleransi yg tinggi. Hidup berdampingan tak pernah ada konflik agama. Bahkan rumah ibadah mereka saling berdekatan. Setiap ada acara keagamaan masyarakatnya saling bantu tak ada pengkotak2an agama. Desa ini dikenal dgn desa pancasila. Desa Balun dideklarasikan sebagai desa pancasila sejak tahun 1988. (end)