BELAJAR MENGHARGAI KEHIDUPAN

Tayang Minggu, 4 April 2021 Pukul 19.05


Kick Andy dalam episode Belajar Menghargai Kehidupan akan mengangkat cerita orang-orang biasa yang dengan segala keterbatasannya dan masa lalunya yang menyedihkan, bisa membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan. Dengan tujuan hidupnya ingin menjadi orang baik bagi sesama. Berikut kisah narasumber Kick Andy di episode Belajar Menghargai Kehidupan.

Yang pertama Rudy Bernadius Elkel

Rudi Bernadus Elkel atau yang sering disapa Rudy ini adalah mantan anak punk dan pernah hidup dijalananan. Kehidupan yang keras membuat dirinya sempat terjerumus ke dalam pergaulan yang membawanya ke kehidupan yang kelam. Namun, berkat kasih sayang kakak iparnya, hati Rudy pun perlahan melunak, hingga bertobat, memutuskan untuk kembali ke jalan Tuhan sebagai seorang pendeta. Bahkan tak ingin anak-anak jalanan di daerahnya hidup seperti masa lalunya yang keras, Rudy membuat tempat penampungan bagi anak-anak jalanan, khususnya anak-anak punk. Di tempat ini mereka diberikan siraman rohani, diajarkan hidup mandiri, dan berkarya, untuk dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah tanpa harus di jalanan. Bahkan ada yang menjadikan tempat ini sebagai tempat tinggal mereka. Tempat yang dinamakan pondok pemulihan crossline ini sudah berhasil membuat ratusan anak jalanan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ke depannya Rudy berharap dapat terus membimbing mereka terutama anak-anak jalanan yang masih mencari arah dalam hidupnya.

Nur Ali Suwandhi terlahir dari keluarga sederhana membuat Nur ali sejak usia 5 tahun sudah dititipan di sebuah pindok pesantren. Nur Ali Suwandhi atau yang akrab disapa Ali ini adalah seorang polisi berpangkat Bripka, pendiri yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, pendiri pondok pesantren Al-Fatah yang dua-duanya itu ditujukan untuk yatim piatu dan anak-anak kurang mampu. Bahkan di balik kesederhanaannya, polisi beranak 2 tersebut mampu melakukan hal luar biasa. Sebagai seorang polisi, adapun ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah mempunyai pengalaman tugas ke Aceh dari tahun 2004-2005 hingga sekarang ia bertugas di Kapolda Yogyakarta. Pria yang berusia 43 tahun ini, kini tinggal di Purbayan, Gang Janoko, Kotagede, Yogyakarta. Selain mengabdikan diri untuk negara, ia juga mengabdikan hidupnya untuk merawat anak-anak yatim dan kaum dhuafa dengan mendirikan Rumah Singgah Bumi Damai sejak 2008. Sebelum menjadi anggota polisi, Ali sendiri pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Saat menjadi santri ia dikenal dengan sebutan Bon Ali karena dikenal oleh teman-temannya suka berhutang di warung. Bukan karena kebiasaan buruk, tapi hal itu ia lakukan karena ia berasal dari keluarga yang kurang berada. Selain menjadi pembina di Rumah Singgah Bumi Damai, ia kerap melakukan kegiatan mulia lainnya dengan membangun masjid di daerah pelosok Gunung Kidul. Selain itu Bripka Ali bersama relawan lainnya telah membangun kurang lebih 11 masjid di daerah pelosok Gunungkidul, Yogyakarta. Lantaran kecanduan untuk terus berbuat baik, tepat pada tahun 2019, Ali pun berinisiatif untuk membuat sebuah pompa bor yang dipersembahkan untuk warga Gunungkidul, khususnya di Kecamatan Gedangsari. Pembuatan sumber mata air bumi damai, dengan jumlah 7 titik sumur di kecamatan gedangsari dan alhamdulillah bermanfaat untuk kehidupan 2000 lebih warga di sana. Dampaknya, semua warga di Gedangsari saat ini, tidak kebingunan dalam memenuhi kebutuhan air. Sekitar 400 jiwa sudah terpenuhi terkait kebutuhan air. (end)