AKSI MEMUPUS STIGMA

12 Oktober 2019 - 14.21 WIB

Tayang 07 Maret 2021 pkl.19.05 wib

Tidak semua orangtua siap diberi karunia Tuhan anak istimewah. Banyak yang justru marah pada Tuhan mengapa anak – anak mereka berbeda dengan anak – anak yang lain. Bahkan kelahiran anak istimewah ini sering menyebabkan perceraian antar suami dan istri.

Kali ini saya ingin bercerita tentang anak – anak istimewah, dan tentu saja orangtua yang juga istimewah, yang dengan keistimewahan mereka mampu berprestasi di tengah stigma yang diberikan masyarakat pada mereka. Siapa saja mereka ?

Yang pertama Aqil Prabowo, pengidap disleksia yang terkenal dan dekat dengan dunia seni. Remaja berusia 15 tahun itu didiagnosis dengan disleksia sejak berusia tujuh tahun. Tapi ia tidak lantas drop. Sang ibunda terus memacunya berkarya. Dan jadilah Aqil seniman muda. Lukisan-lukisannya sudah dipamerkan di mana-mana, tiap kanvas terasa mengagumkan untuk seorang remaja belia sepertinya.

Belakangan, selain melukis di atas kanvas ia juga menggunakan media lain seperti kain bantalan kursi, kap lampu, helm, bahkan tong sampah. Tapi semua karakter lukisannya sama. Ia juga baru-baru ini belajar menggunakan warna, karena Aqil pun sulit membedakannya.
Aqil, yang menjadi inspirasi bagi film Wonderful Life, karya-karya Aqil tergolong cemerlang sehingga beberapa kali sang ibu mesti menyempatkan waktu menemani Aqil berpameran bersama desainer ternama.

Baru – baru ini Aqil juga ikut dalam lelang kebaikan Modena bersama benihbaik.com dengan membuat lukisan di sebuah kulkas yang nantinya hasil lelang tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan ruang keterampilan dan alat – alat pendukung untuk pelatihan anak – anak difabel di yayasan Sinar Mutiara hati, Magelang. Dan Aqil pun sudah menulis buku yang berjudul “ Semesta Aqil “ harga buku tersebut Rp.75.000 dan Rp.25.000 nya akan disumbangkan untuk orang – orang yang terdampak dari pandemic covid 19 ini.

Yang kedua Anfield Wibowo divonis sindrom asperger dan tunarungu tak membuat Anfield Wibowo kehilangan sinarnya. Remaja 16 tahun ini tampil menunjukkan bakat di dunia seni lukis. Anak semata wayang pasangan Donny dan Vera ini, sudah menghasilkan sekitar 1.500 lukisan. Remaja yang divonis sindrom asperger sejak umur sembilan tahun ini sudah pernah mengadakan pameran tunggal empat kali. Pada usianya yang menginjak delapan tahun, Anfield mengadakan pameran tunggal pertama bertajuk "Imajinasi Tanpa Batas" di Taman Ismail Marzuki.

Sementara itu, sebagian hasil karya lukisan Anfield disumbangkan ke berbagai yayasan dan sebanyak 30 persenkarya lukisan Anfield dikomersilkan agar masyarakat dapat memilikinya. Sisanya ditaruh di rumah untuk nantinya Anfield tentukan nasibnya Baru – baru ini Anfield juga ikut dalam lelang kebaikan Modena bersama benihbaik.com dengan membuat lukisan di sebuah kulkas yang nantinya hasil lelang tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan ruang keterampilan dan alat – alat pendukung untuk pelatihan anak – anak difabel di yayasan Sinar Mutiara hati, Magelang

Dan yang terakhir adalah Carys Mihardja ia bukanlah remaja biasa. Tidak hanya berprestasi akademik, tapi ia juga telah menjalankan usaha di usia begitu muda. Yang lebih istimewa, ia berkecimpung dalam kewirausahaan sosial dengan misi positif berupa penghapusan stigma bagi para penyandang down syndrome di Tanah Air. Melalui yayasan sosial Carys Care, sejak 2018, Carys telah bermitra dengan Potads (Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome) untuk misinya itu. Salah satu program Carys Care ialah menggali kreativitas dan bakat dari anak anak maupun remaja penyandang down syndrome, untuk kemudian diejawantahkan dalam bentuk merchandise atau barang-barang fungsional, seperti tas, masker, dan banyak lagi. Atas kiprahnya, remaja 16 tahun tersebut baru-baru ini menerima penghargaan APEC BEST (Asia Pacific Economic Cooperation’s Business Efficiency and Success Target) Award 2020 di kategori istimewa untuk social impact in society. Ia pun menjadi kontestan termuda dari Indonesia yang mengikuti dan meraih penghargaan tahunan dari APEC tersebut. Sebagian besar profit kami diperuntukkan donasi ke Potads.