


Menteri Perdagangan mengeluarkan kebijakan bagi PNS untuk memiliki skor 600 untuk TOEFL (bahasa Inggris)
Adalah hal yang wajar ketika kita masih di bawah kita hanya focus untuk mencapai apa yang ingin kita capai. Dalam karir ketika lulus kuliah cenderung kita akan focus untuk mendapatkan pekerjaan dan bekerja sekeras mungkin, untuk bisa mencapai pucuk pimpinan di perusahaan tempat kita bekerja.
Bulan ini usia saya tepat 20 tahun. Tidak terasa, 20 tahun serasa begitu cepat berlalu, dan ada banyak hal yang terjadi, hingga akhirnya sebagian orang mengenal saya sebagai “Iman yang sekarang”. Hingga akhirnya suatu malam, terpikir untuk menulis sedikit refleksi mengenai saya dan siapa saya, dari perspektif saya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini.
”Saya mau kok ikutan proyek sosial, ikutan jadi relawan, ikutan berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan". Semangat positif ini belakangan makin sering terdengar di kuping saya, beriringan dengan sahut-sahut optimisme untuk negeri ini”.
Lebih banyak mana, keuntungan atau kerugian secara fisik maupun mental, yang diakibatkan oleh sebuah perang? Jawabannya, tergantung di posisi sosial mana kita saat ini. Jika anda seorang tentara, atas nama patriotisme dan nasionalisme, perang mungkin banyak untungnya karena secara psikologis
Sebuah artikel di majalah Time Yang bertajuk "Flickering Consciousness" mengusik perhatian saya. Saya terusik mungkin karena artikel ini mengingatkan saya pada mendiang ayah saya yang juga mengalami koma sebelum meninggal, dua puluh tahun silam.
Semua orang tahu bahwa pada umumnya, memulai sesuatu sekarang lebih baik dari pada nanti. Tapi, kenapa masih banyak diantara kita yang suka menunda, “Ah nanti aja ngerjainnya…”?
Atas nama akuntabilitas, anggota DPR tetap memaksakan kehendaknya untuk merealisasikan rencana penggunaan dana aspirasi yang namanya diubah menjadi dana percepatan pembangunan daerah. Dalam konteks ini akuntabilitas dimaknai hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban secara material.
Ketika pesawat lepas landas dari bandara Soekarno Hatta menuju Kuala Lumpur, hati saya galau. Melintas di kegelapan malam, rasanya pikiran sayapun masih gelap mau bicara apa di konferensi CSR Asia besok. Di konferensi seputar tanggung jawab sosial perusahaan, saya diharapkan berkontribusi pada sesi yang bertajuk"Positive Impact and Lasting Change"
Kekerasan yang terjadi dengan intensitas tinggi dalam sebulan terakhir ini patut diuji melalui serangkaian analisis, baik secara sosiologis maupun pedagogis. Secara sosial jangan-jangan bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat kita itu merupakan akumulasi dari gagalnya lembaga pendidikan kita dalam melakukan transfer pendidikan secara damai dan berkeadilan.
Program TV Kick Andy sesuai ‘nyawanya’ selalu memberi inspirasi. Bisa inspirasi berbuat kebaikan bagi sesama seperti terpancar pada episode “Bukan Tenaga Medis Biasa”, bisa inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan seperti pada “Berguru Dari Masa Lalu”, dan bisa juga inspirasi untuk memulai bisnis baru.
Jared Bernstein dalam All Together Now: Common Sense for a Fair Economy (2006) mengatakan bahwa menolong orang miskin untuk memperoleh pendidikan yang baik dan layak merupakan jawaban maksimal untuk menurunkan tingkat kemiskinan suatu negara. Apapun bentuk pengetahuan dan keterampilan yang akan diperoleh seseorang melalui pendidikan, ketika mereka akan memasuki dunia kerja
Halo, ngomongin vision board, sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru, karena saya yakin banyak diantara teman-teman yang udah pernah bikin, atau at least tahulah gimana cara bikinnya. Tapi berapa banyak sih yang emang benar benar memanfaatkan penggunaan vision board?
Pada minggu libur masal Idul Fitri barusan, berbagai pengalaman kita alami. Ada yang mudik, ada yang berlibur, ada juga yang menikmati kesunyian kompleks rumah tinggalnya karena penghuni lain sedang bepergian.
Salah satu kata yang paling saya gemari adalah “WHY” atau “Kenapa”. Banyak hal dalam kehidupan saya dimulai dari sebuah pertanyaan “Kenapa?”, dan itulah kemudian yang memandu saya untuk berbuat sesuatu.
Saya yakin Anda ingin membaca tulisan ini, karena judulnya yang tidak lazim. Mungkin yang terlintas di benak Anda, “Loh, bukannya perusahaan selalu menekankan ke karyawannya untuk loyal pada perusahaan?” Itu jaman dulu!.